Pencarian

Podcast Kelupas

15 Ribu Pelari Lokal dan Mancanegara Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026

Ahad, 19 Juli 2026 • 12:05:31 WIB
15  Ribu Pelari Lokal dan Mancanegara Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026
15 ribu pelari lokal dan mancanegara ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026.

PEKANBARU (RA) - 15 ribu pelari dari berbagai daerah (lokal) hingga mancanegara ambil bagian dalam Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 di Mapolda Riau, Pekanbaru, Minggu (19/7/2026) pagi.

Tak sekadar mengejar garis finis, ribuan peserta berlari membawa pesan penyelamatan lingkungan melalui semangat "Riau Melawan Karhutla".

RBR 2026 dibuka dengan flag off oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Turut hadir Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana.

Mengusung tema "Run with Purpose, Move Forward with Riau" dan "Riau Melawan Karhutla", ajang tersebut mempertandingkan tiga kategori.

Pelari kategori Half Marathon 21K menjadi yang pertama dilepas pada pukul 05.30 WIB. Selanjutnya, peserta kategori 10K dan 5K memulai perlombaan pada pukul 06.00 WIB.

Seluruh kategori mengambil titik start dan finis di depan Mapolda Riau.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan Riau Bhayangkara Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, event tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran dan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan serta ekosistem Riau.

"Hari ini kita tidak hanya berlari, tetapi juga menumbuhkan komitmen bersama menjaga alam. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita," kata Herry di hadapan ribuan peserta.

Pesan lingkungan yang dibawa dalam RBR 2026 mencakup upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga perlindungan satwa endemik Sumatra.

"Gajah, harimau, dan seluruh ekosistem Riau harus kita lindungi demi masa depan generasi penerus," ujarnya.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto turut mengapresiasi langkah Polda Riau yang menggabungkan kegiatan olahraga massal dengan kampanye penyelamatan lingkungan.

Semangat "Riau Melawan Karhutla" diharapkan mampu mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Ada pula hal berbeda dalam penyelenggaraan RBR tahun ini. Para peserta mendapatkan merchandise berupa boneka anak gajah bernama "Nona Seroja" yang membawa bibit pohon.

Bibit tersebut diharapkan dapat dibawa pulang dan ditanam oleh peserta di daerah masing-masing. Gerakan itu menjadi simbol bahwa langkah menjaga lingkungan tidak berhenti ketika para pelari mencapai garis finis.

Melalui konsep Green Policing, Polda Riau juga mendorong perubahan pendekatan dalam menghadapi persoalan karhutla.

Penanganan tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi juga diarahkan pada upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Riau Bhayangkara Run 2026 pun menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Di balik langkah 15 ribu pelari, terselip pesan untuk menjaga hutan, melindungi satwa dan mencegah bencana karhutla.

"Melalui gerakan kolektif tersebut, Riau diharapkan dapat perlahan melepaskan stigma sebagai daerah yang identik dengan kabut asap sekaligus membangun masa depan Bumi Lancang Kuning yang lebih hijau," tutup Herry.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks