Pencarian

Podcast Kelupas

Tahap Turnamen Audisi PB Djarum 2026 Pekanbaru, 269 Atlet Berebut Super Tiket

Kamis, 09 Juli 2026 • 19:40:00 WIB
Tahap Turnamen Audisi PB Djarum 2026 Pekanbaru, 269 Atlet Berebut Super Tiket
Audisi PB Djarum di Kota Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) - Memasuki tahap turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026, tersisa 269 atlet muda yang terdiri dari 188 putra dan 81 putri untuk meraih Super Tiket di kategori U-11, KU-11, dan KU-12 baik putra dan putri, pada Kamis (9/7/2026).

Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Hendrawan menilai kualitas peserta putri yang tampil menunjukkan potensi yang cukup baik. Penyelenggaraan dengan format turnamen memberi ruang bagi tim pemantau untuk melihat kemampuan teknik, semangat bertanding hingga daya juang para atlet muda.

Menurutnya, persaingan yang muncul di lapangan menjadi indikator penting untuk membaca kesiapan mental para peserta sejak dini. Hendrawan menegaskan bahwa tim pencari bakat tidak terpaku pada satu aspek semata. Beberapa poin utama yang menjadi perhatian adalah kualitas olah kaki yang baik, teknik yang mumpuni, serta keterampilan teknik, kelincahan, hingga tenaga atau kekuatan pemain.

"Dari sejumlah unsur itu, peserta minimal harus memiliki satu keunggulan menonjol untuk dapat dipertimbangkan lebih lanjut. Namun, atlet yang memiliki dua hingga seluruh aspek secara baik tentu menjadi nilai tambah besar dalam proses seleksi," kata Hendrawan.

Dikatakannya, terdapat beberapa poin yang diperhatikan dalam memilih pemain. Peraih medali emas di nomor tunggal putra pada Kejuaraan Dunia 2001 di Spanyol itu juga menyebutkan pencarian bakat di sektor putri memiliki tantangan tersendiri.

Menurutnya, materi pemain putri berkualitas di Indonesia tidak sebanyak sektor putra, sehingga menemukan atlet yang benar-benar paket lengkap menjadi keuntungan besar bagi pembinaan nasional. Karena itu, audisi seperti ini menjadi kesempatan penting untuk menjaring potensi terbaik dari berbagai daerah sebelum mereka berkembang lebih jauh.

"Untuk menemukan bakat istimewa dari sektor putri memang tidak mudah. Kita tahu bahwa di Indonesia, pemain putri yang benar-benar menonjol jumlahnya tidak banyak. Karena itu, kalau di audisi ini kami bisa menemukan pemain yang punya kualitas komplet, itu menjadi sesuatu yang sangat kami syukuri," tuturnya.

Sementara itu, salah satu peserta yang bersaing di sektor KU-11 Putri, Naura Hasanah Anindya menyebutkan dirinya berusaha mengevaluasi performa pada turnamen pertama yang diikutinya ini. Meski merasa permainannya belum keluar sepenuhnya karena kurang pemanasan, ingin tampil lebih tenang dan sabar di lapangan, serta siap secara fisik agar bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

"PB Djarum memang klub impian saya dari dulu. Untuk pertandingan berikutnya, saya ingin main lebih tenang, lebih sabar, dan tentu harus lebih banyak pemanasan," ujar Naura.

Diceritakannya, kecintaannya pada bulutangkis tumbuh dari lingkungan keluarga. Ia menekuni bulutangkis sejak usia 6 tahun dan mulai serius berlatih dalam tiga tahun terakhir. Terinspirasi dari prestasi sang kakak, Naura kini mematok target lebih tinggi, bukan hanya lolos audisi, tetapi juga terus mendekatkan diri dengan mimpi menjadi atlet bulutangkis berprestasi.

"Kakak saya juga atlet bulutangkis dan pernah sampai Pra PON, jadi saya ingin bisa lebih dari itu. Selama persiapan audisi, saya latihan setiap hari, pagi di rumah dan sore di tempat latihan, bahkan saat libur," ungkap peserta asal PB Andalan B.C RSN Pekanbaru ini.

Bagikan
Sumber: Sri Wahyuni

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks