PEKANBARU (RA) - Kemacetan parah terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, tepatnya di wilayah Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu (24/6/2026) hingga Kamis (25/6/2026) dini hari.
Ribuan kendaraan terjebak dalam antrean panjang akibat adanya proyek peninggian badan jalan yang menyebabkan arus lalu lintas harus diberlakukan sistem buka tutup.
Kemacetan yang berlangsung selama berjam-jam itu membuat para pengendara mengalami kesulitan.
Sejumlah pengguna jalan mengaku harus bertahan di dalam kendaraan tanpa kepastian kapan kemacetan akan terurai.
Bahkan, beberapa pengendara mengaku terjebak hingga delapan jam di tengah antrean kendaraan yang mengular panjang. Kondisi tersebut membuat mereka kehabisan bekal makanan dan minuman selama perjalanan.
Antrean kendaraan terlihat didominasi truk angkutan barang, bus antarkota, kendaraan pribadi, hingga kendaraan roda dua yang hendak melintas di jalur penghubung utama Sumatera tersebut.
Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi, mengatakan pihaknya telah menerjunkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas selama 24 jam penuh di lokasi proyek.
"Anggota tergelar 24 jam nonstop," kata Tatit, Kamis (25/6/2026).
Menurut Tatit, kepolisian terus berupaya mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi di lokasi. Sejumlah rekayasa lalu lintas telah dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan dari kedua arah.
"Sudah kami urai," ujarnya.
Meski demikian, sistem buka tutup arus lalu lintas masih diberlakukan karena pekerjaan peninggian jalan belum selesai dilakukan.
Kondisi tersebut membuat kendaraan harus melintas secara bergantian demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan pekerja proyek.
"Masih buka tutup karena proyek pengerjaan jalan," jelas Tatit.
Jalan Lintas Timur Sumatera merupakan salah satu jalur utama transportasi darat yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Sumatera.
Tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari membuat gangguan sekecil apa pun berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.
"Kita mengimbau masyarakat yang akan melintas di kawasan tersebut untuk mengantisipasi waktu perjalanan, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta membawa perbekalan yang cukup selama perjalanan," tutupnya.