Pencarian

Podcast Kelupas

APKASINDO Luncurkan Aplikasi Harga Sawit Indonesia, Pantau Harga TBS dan CPO Secara Real Time

Rabu, 17 Juni 2026 • 04:41:33 WIB
APKASINDO Luncurkan Aplikasi Harga Sawit Indonesia, Pantau Harga TBS dan CPO Secara Real Time
Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung (kiri) dan Sekretaris DPW Apkasindo Riau, Djono Albar Burhan (kanan).

PEKANBARU (RA) – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) resmi meluncurkan aplikasi dan sistem informasi Harga Sawit Indonesia melalui platform hargasawitindonesia.id. Kehadiran aplikasi ini diharapkan menjadi solusi transparansi informasi harga Tandan Buah Segar (TBS) dan Crude Palm Oil (CPO) bagi seluruh pelaku industri sawit nasional.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Gulat Medali Emas Manurung, mengatakan pengembangan sistem tersebut dilatarbelakangi oleh anjloknya harga TBS petani sawit dalam beberapa pekan terakhir yang menimbulkan keresahan di kalangan petani.

"Kami dari DPP APKASINDO, setelah melalui perjalanan cukup panjang, khususnya pasca ambruknya harga TBS petani sawit dalam tiga minggu terakhir, menyadari betapa pentingnya informasi terkini terkait harga TBS petani sawit, baik swadaya maupun bermitra. Informasi tersebut harus terhubung dengan harga CPO global maupun domestik, terutama harga tender KPBN dan bursa CPO ICDX yang diumumkan setiap hari," ujar Gulat, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, kebutuhan akan data yang akurat dan mudah diakses mendorong APKASINDO membangun sistem informasi yang terintegrasi melalui jaringan teknologi informasi organisasi.

"Berdasarkan hal tersebut, kami membuat sistem informasi yang terkait dengan harga TBS dan CPO yang terkoneksi langsung melalui IT APKASINDO, bernama hargasawitindonesia.id," katanya.

Gulat menjelaskan, platform tersebut saat ini masih dalam tahap penyempurnaan dan telah dibuka untuk umum agar masyarakat dapat memberikan masukan.

"Aksesnya kami buka kepada masyarakat umum untuk memberikan saran dan masukan demi perbaikan dan penyempurnaan, karena sistem ini baru dikembangkan kurang lebih dalam 14 hari terakhir," tambahnya.

Ia berharap aplikasi tersebut dapat menjadi rujukan bagi seluruh pemangku kepentingan sektor sawit, mulai dari petani, perusahaan, pemerintah hingga aparat penegak hukum.

"Kami berharap sistem ini bisa berguna bagi semua stakeholder sawit, khususnya pemerintah dan Satgas Pangan Mabes Polri, untuk memonitor perkembangan harian harga TBS petani swadaya, petani mitra, serta harga CPO," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris APKASINDO Riau, Djono Albar Burhan, memaparkan berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi tersebut.

Menurut Djono, pada halaman beranda pengguna dapat melihat harga TBS nasional, baik untuk petani swadaya maupun plasma, lengkap dengan analisis harga wajar dan perbandingan harga tertinggi di 22 provinsi sentra sawit Indonesia.

Selain itu, aplikasi juga menampilkan informasi harga CPO dunia dan domestik, termasuk harga Rotterdam, Malaysia, tender KPBN, serta bursa CPO ICDX.

"Melalui fitur wilayah, pengguna dapat melihat data harga TBS dari berbagai daerah secara nasional, baik dalam rentang tiga bulan maupun enam bulan terakhir," ujarnya.

Aplikasi ini juga dilengkapi fitur tren yang menyajikan pergerakan harga TBS dari waktu ke waktu, baik untuk petani swadaya maupun plasma. Sementara pada fitur proyeksi, pengguna dapat melihat estimasi arah pergerakan harga TBS dalam satu bulan ke depan.

"Fitur proyeksi ini memang bukan acuan utama, tetapi dapat menjadi gambaran apakah harga TBS berpotensi naik atau turun," jelas Djono.

Fitur lainnya yang tersedia antara lain menu dunia yang menampilkan grafik harga CPO global dan domestik, fitur info yang memuat berbagai pemberitaan terkait industri kelapa sawit, serta fitur disparitas yang menunjukkan selisih harga antara TBS petani plasma dan swadaya.

Djono menambahkan, terdapat pula fitur rangkuman yang menyajikan berbagai data penting yang telah dihimpun dalam aplikasi.

Melalui kehadiran sistem informasi ini, APKASINDO optimistis transparansi tata niaga sawit akan semakin meningkat sehingga gejolak harga yang merugikan petani dapat diminimalisasi.

"Melalui sistem ini, kami yakin transparansi akan meningkat, sehingga tidak terjadi lagi permasalahan goncangan harga seperti yang terjadi beberapa minggu terakhir," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks