Pencarian

Podcast Kelupas

Harga TBS Sawit Diproyeksikan Turun Tipis 0,8% Sebulan ke Depan

Selasa, 04 Agustus 2026 • 10:17:00 WIB
Harga TBS Sawit Diproyeksikan Turun Tipis 0,8% Sebulan ke Depan
TBS sawit

PEKANBARU (RA) – DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) memproyeksikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit secara nasional akan mengalami koreksi tipis dalam empat pekan ke depan. 

Meski demikian, penurunan tersebut diperkirakan tidak terlalu signifikan sehingga harga TBS masih berada pada level yang menguntungkan bagi petani.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Gulat Medali Emas Manurung, mengatakan proyeksi tersebut harus dipahami sebagai indikator arah pergerakan pasar, bukan sebagai kepastian harga.

"Proyeksi ini menjadi bahan bagi petani untuk membaca arah pasar. Namun perlu dipahami, ini bukan angka pasti karena harga TBS tetap dipengaruhi oleh dinamika harga CPO dunia, kurs, rendemen, dan berbagai faktor lainnya," kata Gulat.

Berdasarkan data yang dihimpun APKASINDO dan dipublikasikan melalui situs hargasawitindonesia.id, harga TBS periode 27 Juli hingga 2 Agustus 2026, rata-rata harga TBS skema plasma akan bergerak dari Rp3.483 per kilogram pada pekan pertama menjadi Rp3.493 per kilogram pada pekan keempat. 

Untuk skema petani swadaya, harga diproyeksikan berada di kisaran Rp2.951 hingga Rp2.973 per kilogram selama empat minggu mendatang. Secara umum, arah pergerakan harga diperkirakan cenderung turun sekitar 0,8 persen dibandingkan kondisi saat ini.

Menurut Gulat, meskipun terdapat indikasi pelemahan, harga TBS nasional saat ini masih berada di atas estimasi paritas yang dihitung berdasarkan harga tender CPO KPBN, rendemen 21 persen, dan indeks K sebesar 85 persen. Kondisi tersebut menunjukkan harga yang diterima petani masih relatif baik.

Ia menegaskan, petani tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap proyeksi tersebut. Sebaliknya, petani diharapkan tetap fokus menjaga kualitas panen dan produktivitas kebun agar dapat memperoleh harga terbaik ketika pasar mengalami perubahan.

Dalam laporannya, APKASINDO juga mengingatkan bahwa proyeksi harga disusun menggunakan metode statistik dan hanya bersifat indikatif. Bahkan, berdasarkan uji balik delapan minggu terakhir, prediksi harga mingguan masih memiliki potensi deviasi sekitar Rp51 per kilogram dari harga riil di lapangan. Karena itu, proyeksi tidak dapat dijadikan acuan tunggal dalam mengambil keputusan usaha.

Gulat berharap seluruh pemangku kepentingan terus menjaga stabilitas industri sawit nasional. Dengan permintaan CPO yang tetap kuat dan dukungan kebijakan yang berpihak kepada petani, ia optimistis harga TBS akan tetap berada pada level yang sehat meskipun terjadi fluktuasi dalam jangka pendek.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks