Pencarian

Podcast Kelupas

Pemprov Riau Lepas 9 Pasien Rujukan ke Jakarta

Kamis, 04 Juni 2026 • 15:41:00 WIB
Pemprov Riau Lepas 9 Pasien Rujukan ke Jakarta
Pelepasan pasien rujukan asal Riau untuk menjalani pengobatan di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan melepas 9 pasien rujukan ke Rumah Sakit Rujukan Nasional di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Sembilan pasien tersebut terdiri dari 7 anak-anak dan 2 orang dewasa dengan riwayat penyakit jantung dan hati itu diberangkatkan melalui VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syariaf Kasim (SSK) II Pekanbaru.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli menyebutkan masyarakat Riau yang diberangkatkan ini akan menjalani pengobatan di RS Jantung Harapan Kita dan RSCM.

“Yang berangkat hari ini tujuh anak-anak dan dua dewasa. Jadi, ada delapan yang akan berobat jantung, dan satu berobat hati," kata Zulkifli.

Dikatakannya, program ini merupakan kolaborasi antara Pemprov Riau dan Baznas Provinsi Riau. Dengan biaya yang diserahkan Baznas senilai Rp197.338.000.

"Untuk biaya pengobatan memang ditanggung BPJS. Namun, untuk biaya tiket pesawat, operasional, makan dan minum ataupun biaya tempat tinggal ditanggung oleh Baznas Riau," kata Zulkifli.

Orang tua dari pasien Sandrina Alpiranisha, Adam menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemprov Riau terhadap kondisi kesehatan anaknya.

"Kami tentu berterima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Riau, baik bapak Plt Gubernur, Dinas Kesehatan dan Baznas Riau. Ini menjadi harapan bagi kami untuk kesembuhan anak kami," katanya.

Diceritakannya, Sandrina akan menjalani pengobatan jantung, setelah sekitar tiga tahun mengidap penyakit jantung bocor.

“Di usianya tujuh bulan setelah lahir, kami baru tahu kalau dia mengidap jantung bocor,” katanya.

Menurut cerita ayah tiga anak itu, sejak lahir Sandrina menunjukkan tanda-tanda fisik lemah. Ia cepat lelah. Jika terlalu capek, kulit tangannya membiru. Adam sedih jika mengenang kondisi Sandrina di masa itu.

“Dia tak bisa bermain seperti anak-anak lain. Karena kondisinya terus melemah, aktivitasnya kami batasi. Kalau terlalu capek bahasa bagi fisik dia,” ujarnya.

Bagikan
Sumber: Sri Wahyuni

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks