KUANSING (RA) - Warga Desa Pelukahan, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi, digegerkan dengan penemuan pria berusia 65 tahun dalam kondisi meninggal dunia di kediamannya, Rabu (3/6/2026) malam.
Korban diketahui bernama Maskur (65), yang selama ini tinggal seorang diri di rumahnya. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang rekannya, Yurnalis (72), saat mendatangi rumah korban pada sekitar pukul 19.30 WIB.
Menurut keterangan Yurnalis, dirinya sempat berbincang dengan korban pada pagi hari setelah salat Subuh.
Dalam percakapan tersebut, korban menyampaikan kerinduannya kepada keluarga yang berada di Pulau Jawa serta keinginannya untuk bertemu dengan anaknya.
Setelah pertemuan itu, keduanya kembali melanjutkan aktivitas masing-masing.
Pada malam harinya, Yurnalis kembali mendatangi rumah korban. Saat memasuki rumah, ia mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi gantung diri.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar dan pemerintah desa untuk meminta bantuan.
Adik kandung korban, Yasna (56), mengatakan bahwa korban memang tinggal sendiri di Desa Pelukahan, sementara istri dan anak-anaknya berdomisili di Pulau Jawa.
Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana melalui Kapolsek Kuantan Hilir Iptu Edi Winoto membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Kami menerima laporan dari Kepala Desa Pelukahan terkait ditemukannya seorang warga yang meninggal dunia di rumahnya," ujar Edi, Kamis (4/6/2026).
Setelah menerima laporan, Kanit Reskrim Polsek Kuantan Hilir Iptu Debu Setyawan bersama personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Koto Rajo untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan yang diketahui oleh pemerintah desa setempat.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum Koto Tuo.
"Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk saling peduli terhadap kondisi keluarga, tetangga, maupun kerabat yang hidup sendiri atau sedang menghadapi persoalan berat, serta segera mencari bantuan dari keluarga, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, atau pihak terkait apabila membutuhkan dukungan," imbuhnya.