Pencarian

Podcast Kelupas

Wahid Ungkap Pernah Diancam SF Hariyanto Usai Dilantik, Suasana Sidang Memanas

Rabu, 03 Juni 2026 • 15:44:47 WIB
Wahid Ungkap Pernah Diancam SF Hariyanto Usai Dilantik, Suasana Sidang Memanas
Wahid Ungkap Pernah Diancam SF Hariyanto Usai Dilantik.

PEKANBARU (RA) - Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang menjerat Abdul Wahid di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (3/6/2026), kembali berlangsung panas. 

Dalam sesi tanya jawab antara terdakwa dan saksi, Abdul Wahid mengungkap dugaan ancaman yang pernah disampaikan SF Hariyanto kepadanya tidak lama setelah keduanya dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.

Awalnya, Wahid menanyakan kepada SF mengenai proses pencalonan mereka pada Pilkada Riau.

"Saat kita mencalonkan, apakah saya yang minta jadi gubernur atau bapak yang mau jadi gubernur?" tanya Wahid.

SF Hariyanto sempat mempertanyakan relevansi pertanyaan tersebut. Namun Majelis Hakim mempersilakan saksi menjawab apabila berkenan.

"Pada saat itu kan Pak Syamsuar juga maju menjadi calon gubernur. Dia yang mendudukkan saya jadi sekda, jadi saya rasa tidak etis bagi saya untuk maju juga sebagai gubernur. Jadi Pak Abdul Wahid sajalah yang jadi gubernur. Dan beliau juga minta, kalau kita maju, saya yang jadi gubernur," jawab SF.

Wahid kemudian kembali melontarkan pertanyaan.

"Ada tidak nafsu saya jadi gubernur? Menggebu-gebu tidak saya ingin jadi gubernur?" tanyanya.

SF menjawab singkat.

"Kalau nafsu bapak, bapaklah yang tahu nafsu bapak sendiri," ujar SF.

Perdebatan berlanjut ketika Wahid menyinggung istilah "gubernur satu dan gubernur dua" yang sempat berkembang di lingkungan pemerintahan.

"Saat perjalanan, ada istilah gubernur satu, gubernur dua. Apa benar bapak enggan disebut wakil gubernur?" tanya Wahid.

SF membantah anggapan tersebut.

"Saya tidak pernah merasa enggan. Jabatan itu sudah pernah saya rasakan semua, Pak. Gubernur sudah, sekda pernah, semua sudah saya rasakan. Bagi saya tidak ada masalah," jawabnya.

Mendengar jawaban tersebut, Wahid melontarkan komentar bernada sindiran.

"Mulia sekali hati bapak ya. Memang orang yang paling mulia ini Pak SF Hariyanto," kata Wahid.

Suasana sidang semakin tegang ketika Wahid mengungkap peristiwa yang menurutnya terjadi pada bulan Ramadan tidak lama setelah keduanya dilantik.

Menurut Wahid, saat itu SF ingin bertemu dengannya. Namun justru dirinya yang mendatangi kediaman SF Hariyanto.

"Dalam pertemuan itu, bapak menunjukkan rekaman saya sedang diperiksa di KPK," ujar Wahid di hadapan majelis hakim.

Wahid bahkan mengklaim rekaman tersebut tidak hanya diperlihatkan kepadanya, tetapi juga kepada sejumlah orang lainnya.

"Rekaman itu ditunjukkan ke saya, Pak Hakim. Ditunjukkan juga ke Pak Arif dan banyak orang. Dan dia mengatakan, 'Ketua hati-hati, ketua tidak bersih. Hati-hati, tangan saya banyak di mana-mana, termasuk di KPK juga ada tangan saya'," ungkap Wahid.

Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian para pengunjung sidang yang memadati ruang persidangan.

Namun SF Hariyanto membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan di persidangan berasal dari Wahid, bukan dari dirinya.

"Yang ngomong kan bapak, bukan saya yang ngomong," jawab SF singkat.

Perdebatan antara keduanya beberapa kali membuat suasana sidang memanas. 

Majelis hakim pun beberapa kali mengingatkan agar pertanyaan dan jawaban tetap fokus pada pokok perkara yang sedang disidangkan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks