Pencarian

Podcast Kelupas

Jembatan Merah Putih Presisi Bangkitkan Harapan Warga Pedalaman Bengkalis

Rabu, 13 Mei 2026 • 16:59:28 WIB
Jembatan Merah Putih Presisi Bangkitkan Harapan Warga Pedalaman Bengkalis
Jembatan Merah Putih Presisi, Kepolisian Daerah Riau menghadirkan akses penghubung baru bagi warga Bantan di Bengkalis.

BENGKALIS (RA) - Harapan masyarakat di wilayah terpencil Kecamatan Bantan perlahan mulai terwujud. Melalui program Jembatan Merah Putih Presisi, Kepolisian Daerah Riau menghadirkan akses penghubung baru bagi warga yang selama ini harus berjibaku dengan jalan rusak, banjir pasang, hingga jembatan kayu lapuk yang membahayakan.

Tahun 2026, dua desa di Kecamatan Bantan mendapat pembangunan jembatan permanen, yakni Desa Parit Lapis dan Desa Suka Maju.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kapolsek Bantan Iptu Muhammad Iskandar menyebutkan, pembangunan jembatan di Parit Lapis hampir selesai dan tinggal tahap penyempurnaan.

“Progres di Parit Lapis sudah sekitar 99 persen. Sedangkan untuk di Desa Suka Maju saat ini baru memasuki tahap awal pengerjaan,” ujar Iskandar, Rabu (13/5/2026).

Program yang mengusung tema “Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan Melalui Jembatan Merah Putih Presisi” itu bukan sekadar membangun fasilitas fisik, tetapi juga membuka akses kehidupan masyarakat desa.

Di Desa Parit Lapis, warga selama ini kerap menghadapi persoalan serius saat musim hujan dan air laut pasang. Jalan utama desa sering terendam sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Kehadiran jembatan beton baru menjadi solusi penting agar mobilitas warga tetap berjalan.

“Jembatan ini menjadi akses alternatif masyarakat ketika jalan utama tenggelam akibat pasang dan banjir,” jelasnya.

Pembangunan jembatan tersebut juga penuh tantangan. Lokasinya yang berada di aliran sungai membuat proses pengerjaan harus menyesuaikan kondisi debit air yang berubah-ubah.

Meski begitu, personel Polsek Bantan bersama masyarakat tetap semangat bergotong royong menyelesaikan pembangunan.

“Setiap hari anggota kami turun langsung bersama masyarakat dan pemerintah desa untuk bekerja bersama. Ini bentuk kebersamaan demi kepentingan warga,” katanya.

Jembatan di Parit Lapis dibangun sepanjang sekitar 6 meter lengkap dengan pengecoran jalan di sekitarnya. Sedangkan di Desa Suka Maju, jembatan yang dibangun memiliki panjang sekitar 17 meter dan nantinya akan menjadi urat nadi aktivitas masyarakat desa.

Menurut Kapolsek, jembatan kayu lama yang sebelumnya digunakan warga sudah dalam kondisi rapuh dan membahayakan keselamatan. Karena itu, pembangunan konstruksi beton dinilai sangat mendesak.

Ia menegaskan, kehadiran Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan mampu mendukung pendidikan anak-anak desa, memperlancar roda ekonomi masyarakat, hingga mempermudah akses ibadah dan pelayanan sosial.

“Kalau akses masyarakat lancar, maka kehidupan warga juga ikut bergerak. Anak sekolah lebih mudah pergi belajar, ekonomi berjalan, dan masyarakat merasa lebih aman,” tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks