Pencarian

Podcast Kelupas

Shacman Ekspansi Besar di Kaltim, Sektor Tambang hingga Logging Jadi Pasar Utama

Sabtu, 09 Mei 2026 • 20:11:37 WIB
Shacman Ekspansi Besar di Kaltim, Sektor Tambang hingga Logging Jadi Pasar Utama
Shacman Ekspansi Besar di Kaltim.

SAMARINDA (RA) - Kalimantan Timur (Kaltim) mulai dipandang sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru industri kendaraan berat dan logistik nasional. Di tengah tekanan ekonomi global, aktivitas tambang, kehutanan, perkebunan hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) justru membuat kebutuhan armada industri di wilayah ini terus meningkat.

Peluang itu dibaca serius oleh Mobilindo Cemerlang (MC) Group, dealer resmi truk Shacman di Indonesia. Lewat forum bertajuk Stronger Partnership Going Together di Ballroom Hotel Puri Senyiur Samarinda, Sabtu (9/5/2026), perusahaan mempertemukan berbagai pelaku industri untuk memperkuat ekosistem bisnis kendaraan berat.

Direktur MC Group, Dirmanto mengatakan, Kaltim saat ini menjadi salah satu wilayah strategis bagi pertumbuhan bisnis kendaraan industri karena ditopang sektor berbasis sumber daya alam yang masih sangat aktif.

"Kami melihat Kaltim punya potensi besar. Ada tambang, HTI, perkebunan, logistik pelabuhan, sampai efek pembangunan IKN yang membuat kebutuhan kendaraan industri terus tumbuh," kata Dirmanto.

MC Group sendiri merupakan bagian dari TB Global Group dan menjadi mitra resmi Shacman untuk pasar Indonesia. Perusahaan mulai berkembang sejak 2019 dan kini telah memiliki sekitar 12 cabang yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Jawa.

Menurut Dirmanto, penjualan unit yang ditangani pihaknya saat ini hampir menyentuh 2.000 kendaraan. Sementara populasi truk Shacman di Indonesia diperkirakan telah mencapai sekitar 20 ribu unit dalam kurun satu dekade terakhir.

Ia menilai, kendaraan industri asal China kini mulai mendapat tempat di pasar nasional setelah sebelumnya sempat diragukan kualitasnya.

"Dulu pasar masih wait and see terhadap produk China. Tapi sekarang orang mulai melihat kualitas unit, daya tahan, dan layanan after sales yang kami siapkan," ujarnya.

Perubahan kebutuhan industri, kata dia, juga ikut memengaruhi pasar kendaraan berat. Pelaku usaha kini tidak hanya mencari armada berkapasitas besar, tetapi juga mempertimbangkan efisiensi operasional, ketahanan di medan ekstrem, hingga ketersediaan suku cadang.

Karena itu, MC Group mulai memperluas penetrasi pasar ke berbagai sektor seperti pertambangan, logging, agribisnis, pengangkutan CPO, distribusi kontainer hingga logistik pelabuhan.

"Kami ingin membangun ekosistem bisnis yang kuat. Ada pemberi kerja, kontraktor, leasing, perbankan, dan penyedia unit yang saling mendukung agar semuanya bisa berkembang bersama," jelasnya.

Meski ekonomi global masih menghadapi tantangan, Dirmanto optimistis pasar kendaraan berat di Kalimantan tetap tumbuh karena ditopang sektor primer yang terus bergerak.

"Kami optimistis. Kaltim masih punya potensi luar biasa dan kebutuhan industrinya akan terus berkembang," tutupnya.

Sementara itu, PT Mitra Hijau Lestari (MHL) menjadi salah satu perusahaan yang mulai menggunakan armada Shacman untuk operasional logging di Kalimantan. Pengadaan unit mulai dilakukan sejak April 2025.

Perwakilan PT MHL, Christian mengatakan, awalnya perusahaan hanya melakukan uji coba lima unit. Namun setelah dinilai mampu bertahan di medan logging dan memiliki konsumsi bahan bakar yang efisien, jumlah armada terus ditambah.

"Sekarang sudah ada 15 unit yang beroperasi di site, dan sekitar 40 unit lainnya masih proses karoseri. Sejauh ini performanya cukup bagus untuk kebutuhan logging," katanya.

Ia menyebut daya tahan kaki-kaki kendaraan serta dukungan suku cadang menjadi faktor penting dalam operasional sektor kehutanan yang memiliki medan berat dan jam kerja tinggi.

Masuknya ekspansi industri kendaraan berat ke Samarinda juga memperlihatkan bagaimana Kaltim mulai menjadi episentrum baru distribusi dan logistik nasional. Pembangunan IKN, proyek infrastruktur, aktivitas tambang hingga kawasan industri diperkirakan akan terus mendorong permintaan armada angkut dalam beberapa tahun ke depan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks