Pencarian

Podcast Kelupas

DPRD Pekanbaru Soroti MinyaKita Langka dan Mahal, Disperindag Dipertanyakan

Sabtu, 09 Mei 2026 • 08:44:21 WIB
DPRD Pekanbaru Soroti MinyaKita Langka dan Mahal, Disperindag Dipertanyakan
Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Davit Marihot Silaban.

PEKANBARU (RA) - Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Davit Marihot Silaban mempertanyakan kinerja Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Pekanbaru terkait kelangkaan dan mahalnya minyak goreng subsidi MinyaKita di pasaran.

Pasalnya, hingga awal Mei 2026 masyarakat masih kesulitan mendapatkan MinyaKita. Kalaupun tersedia, harganya dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Di sejumlah toko dan pasar di Pekanbaru, harga MinyaKita bahkan tembus Rp21 ribu per liter.

"MinyaKita langka dan harganya melampaui HET. Pemerintah kota, khususnya Disperindag, memang bergerak, tapi sampai sekarang belum ada hasil yang dirasakan masyarakat," kata Davit, Sabtu (9/5/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu meminta Satgas yang dibentuk Disperindag bekerja lebih maksimal untuk mengungkap penyebab kelangkaan MinyaKita.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat terus kesulitan mendapatkan minyak goreng subsidi dengan harga terjangkau.

"Emak-emak yang belanja banyak mengeluh. Minyak goreng ini kebutuhan penting, hampir setiap rumah pasti pakai minyak. Jadi persoalan ini sangat urgent," tegasnya.

Davit juga mengingatkan kenaikan harga minyak goreng bisa berdampak pada naiknya harga bahan makanan lain.

"Semua saling berkaitan. Kalau harga minyak naik, tentu bahan makanan yang menggunakan minyak juga ikut naik," ujarnya.

Karena itu, ia mendesak Pemko Pekanbaru segera mengambil langkah konkret agar persoalan MinyaKita segera teratasi.

"Pemko harus cepat bergerak. Jangan hanya bilang sudah turun, tapi entah turun ke mana, karena hasilnya tidak ada dan masyarakat tidak merasakan perubahan," tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks