Pencarian

Podcast Kelupas

Forkopimda Riau Gelar Rakor Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla

Senin, 10 Agustus 2026 • 18:09:00 WIB
Forkopimda Riau Gelar Rakor Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla
Rakor Farkopimda Riau, Senin (10/8/2026).

PEKANBARU (RA) - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Senin (10/8/2026).

Rapat yang digelar di Ruang Kenangan, Kantor Gubernur Riau tersebut tersambung secara daring dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr Suharyanto.

Dalam laporannya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto menyebutkan Provinsi Riau telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla. Keputusan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.102/II/2026. Berlaku 13 Februari hingga 30 November 2026.

"11 kabupaten kota telah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Yang per hari ini, jumlah hotspot terpantau sebanyak 106 titik dan firespot 7 titik," kata SF Hariyanto.

Dengan luasan lahan terbakar di Provinsi Riau terhitung 1 Januari hingga 9 Agustus yakni 15.608,37 Hektare (Ha). Dengan daerah paling luas terdampak di Kabupaten Bengkalis sebesar 8.272,90 Ha, disusul Pelalawan dengan 4.629,39 Ha, Indragiri Hilir 854,26 Ha, Kota Dumai 553,01 Ha, Rokan Hilir 452,53 Ha dan Siak 300,62 Ha.

Kemudian Kepulauan Meranti sebesar 202,36 Ha, Indragiri Hulu 123,62 Ha, Kampar 85,27 Ha, Kuantan Singingi 57,95 Ha, Kota Pekanbaru 47,29 Ha. Sementara daerah paling sedikit terdampak yakni Rokan Hulu yakni 29,16 Ha.

"Alhamdulillah penangan Karhutla di Provinsi Riau berjalan baik. Karena didukung oleh sarana dan prasarana serta potensi personel penanggulangan Karhutla mencapai 17.764 orang," kata SF Hariyanto.

Dikatakannya, berbagai upaya yang telah dilakukan Pemprov Riau, meliputi sosialisasi dan penyebaran imbauan dan maklumat tentang antisipasi Karhutla, peningkatan edukasi masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Upaya lain yang juga dilakukan yaitu pemantauan terjadinya Karhutla setiap hari, patroli rutin serta groundcheck hotspot. Dan juga telah menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Tingkat Nasional di Riau pada 5 Maret lalu, serta menggelar di Tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota," katanya.

Kemudian juga melakukan penambahan alat berat untuk membersihkan kanal atau parit dan embung sebagai sumber air. Dan juga melakukan penambahan darat titik api dan menyiagakan seluruh sumber daya melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Satpol PP, Damkar DLHK, dunia usaha dan masyarakat Peduli Api di beberapa lokasi rawan karhutla.

"Kita juga berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dunia usaha untuk melakukan upaya pencegahan dan pemadaman Karhutla baik melalui darat ataupun udara," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: Sri Wahyuni

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks