Pencarian

Podcast Kelupas

Rekonstruksi Ungkap Tewasnya Pengusaha Karet di Bengkalis, Ditebas Berkali-kali

Selasa, 21 April 2026 • 21:37:59 WIB
Rekonstruksi Ungkap Tewasnya Pengusaha Karet di Bengkalis, Ditebas Berkali-kali
Reka adegan pelaku terhadap korban.

BENGKALIS (RA) - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang pengusaha karet dan pinang di Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (21/4/2026).

Dalam rekonstruksi yang turut disaksikan pihak Kejaksaan Negeri Bengkalis itu, terungkap sebanyak 15 adegan yang diperagakan tersangka saat menghabisi korban bernama Wie Ping.

Tersangka yang masih di bawah umur berusia 17 tahun, warga Desa Berancah, Kecamatan Bantan. Dari hasil rekonstruksi, tersangka mengaku sempat masuk ke dapur rumah korban saat korban sedang membuat teh.

Saat itu, pelaku langsung melakukan pemukulan sambil memiting kepala korban dan menyeretnya keluar dari dapur.

Meski sempat memberikan perlawanan, korban akhirnya mulai lemah setelah terus dipukul.

Karena takut korban berteriak, pelaku kemudian mengambil sebilah parang yang sebelumnya berada di dekat drum air. Senjata tajam itu lalu digunakan untuk menyerang korban.

Korban sempat menangkis beberapa kali hingga mengalami luka di lengan kanan dan sela-sela jari tangan kiri.

Namun pelaku terus melanjutkan aksinya dengan menyeret korban kembali ke dapur.

Di lokasi itu, tersangka memegang rambut korban dengan tangan kiri sambil mengayunkan parang menggunakan tangan kanan ke sejumlah bagian tubuh korban, mulai dari rahang, leher, kepala, bahu hingga bagian dada.

Berdasarkan pengakuan tersangka, korban diduga telah meninggal dunia saat mengalami luka di bagian leher.

Saat dikonfirmasikan, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bengkalis, Marthalius, membenarkan pelaksanaan rekonstruksi kasus tersebut.

Menurutnya, rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta-fakta hasil penyidikan di lapangan.

"Rekonstruksi ini menjadi bagian penting dalam melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap penuntutan," ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Dilapangan rekonstruksi berlangsung dengan pengamanan ketat dan disaksikan sejumlah pihak terkait.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks