PEKANBARU (RA) - Aksi unjuk rasa hari kedua ratusan warga Pelalawan di Kantor Gubernur Riau berlangsung kondusif, Selasa (14/4/2026).
Massa mulai melanjutkan orasi secara bergantian untuk menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah.
Salah satu orator perempuan tampil menyuarakan aspirasinya. Ia mendesak pemerintah segera memberikan kepastian terkait nasib masyarakat yang terdampak kebijakan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
"Temui kami pak, berikan jawaban untuk kami. Kami menunggu jawaban, kami menunggu kepastian. Sudah satu tahun ini kami menunggu," kata dia dalam orasinya.
Orator tersebut juga menegaskan bahwa massa tidak akan membubarkan diri sebelum ada jawaban konkret dari pemerintah.
Bahkan, ia menyebut kemungkinan akan mengerahkan massa lebih besar jika tuntutan tidak segera direspons.
"Kami tidak akan pulang tanpa jawaban. Kalau sampai sore atau besok tidak ada jawaban, kami akan penuhi kantor gubernur ini," ujarnya.
Ia menyebut jumlah masyarakat terdampak mencapai puluhan ribu jiwa dan siap turun apabila belum ada kejelasan.
"Kami di sana ada 45 ribu jiwa. Semua akan turun kalau tidak juga ada jawaban. Termasuk anak-anak juga akan turun," katanya.
Dalam orasinya, ia juga membantah anggapan bahwa warga yang berada di kawasan tersebut merupakan pemilik lahan besar.
"Jangan kami dibilang hanya cukong. Kami banyak, tapi lahan kami kecil-kecil, hanya untuk menyambung hidup," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran mereka dalam aksi semata-mata untuk memperjuangkan keberlangsungan hidup keluarga, terutama masa depan anak-anak mereka.
"Kami ke sini demi anak-anak kami, demi masa depan mereka," ucapnya.
Sebelumnya, pada hari pertama aksi, massa sempat ditemui oleh Plt Gubernur Riau bersama Bupati Pelalawan, Zukri.
Pertemuan tersebut menghasilkan dialog antara pemerintah daerah dan perwakilan massa.
Namun, hasil audiensi itu belum mampu menjawab tuntutan utama massa. Mereka tetap meminta difasilitasi untuk bertemu langsung dengan pemerintah pusat.
Massa mendesak agar bisa beraudiensi dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, atau setidaknya Sekretaris Kabinet, Teddy.
Hingga siang hari, aksi masih terus berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan.
Massa tetap bertahan di sekitar Kantor Gubernur Riau di Jalan Cut Nyak Dien, sambil menunggu respons lanjutan dari pemerintah.
Situasi di lokasi aksi terpantau aman dan kondusif, meski massa menyatakan akan terus bertahan hingga mendapatkan kepastian atas tuntutan mereka terkait persoalan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.