Pencarian

Podcast Kelupas

Warga Blokade Jalan Minas-Perawang, Polisi Gunakan Pendekatan Humanis

Selasa, 14 April 2026 • 06:00:51 WIB
Warga Blokade Jalan Minas-Perawang, Polisi Gunakan Pendekatan Humanis
Kapolsek Minas Kompol Syahrizal memilih pendekatan berbeda dengan turun langsung ke tengah massa.

SIAK (RA) - Aksi penutupan Jalan Lintas Minas-Perawang yang dilakukan warga Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Senin (13/4/2026) berlangsung tertib dan kondusif di bawah pengamanan aparat gabungan.

Aksi ini merupakan lanjutan dari protes sebelumnya yang digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat terhadap perbaikan ruas jalan sepanjang sekitar 3,8 kilometer yang dinilai belum terealisasi secara optimal.

Sejak pagi hari, massa yang dikoordinasikan oleh Joy Tarigan mulai memadati dua titik utama, yakni di Simpang Perawang, Kelurahan Minas Jaya, dan di Kilometer 3 Jalan Lintas Minas-Perawang, Kampung Minas Timur.

Jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai sekitar 150 orang.

Dalam aksinya, warga sempat menutup akses jalan dan mendirikan tenda di badan jalan. Bahkan, di salah satu titik, massa menanam pohon pisang sebagai simbol protes terhadap kondisi jalan yang rusak.

Pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Minas bersama Koramil 03/Minas, serta diperkuat jajaran Polres Siak yang dipimpin Kabag Ops Kompol Ermanto dan Kasat Samapta AKP Yeri Efendi.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimcam juga turut hadir memantau jalannya aksi.

Di tengah situasi tersebut, Kapolsek Minas Kompol Syahrizal memilih pendekatan berbeda dengan turun langsung ke tengah massa.

Ia bersama personel membagikan makanan ringan kepada peserta aksi sebagai bentuk komunikasi persuasif guna menjaga situasi tetap kondusif.

"Kami hadir untuk memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman dan tertib. Pendekatan humanis kami kedepankan agar aspirasi dapat disampaikan tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban," ujar Syahrizal.

Ia menambahkan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mencari solusi atas tuntutan masyarakat terkait perbaikan infrastruktur jalan.

Hingga siang hari, massa masih bertahan di lokasi sambil menunggu kejelasan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi terkait realisasi perbaikan jalan yang sebelumnya telah dijanjikan.

Secara keseluruhan, situasi di lokasi tetap aman dan terkendali. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung.

"Aksi ini sekaligus mencerminkan pentingnya respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat, terutama di jalur vital yang menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga," tutupnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks