PEKANBARU (RA) - Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli, mengisi akhir pekan dengan memberikan kuliah umum di Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan bertajuk “Dari Tinta Akademisi ke Jejak Pengabdian, Menulis Ulang Masa Depan di Tanah Kelahiran” itu berlangsung dalam suasana dialog interaktif bersama mahasiswa dan civitas akademika kampus setempat.
Afni mengatakan, dirinya selalu mendapatkan energi positif setiap kali kembali ke lingkungan kampus dan berdiskusi dengan mahasiswa.
Menurutnya, ruang dialog seperti ini menjadi wadah penting untuk bertukar pikiran serta memperkuat semangat membangun daerah.
"Mahasiswa merupakan agen perubahan. Di mana, generasi saat ini merupakan penentu bagi kehidupan selanjutnya. Apa yang mahasiswa lakukan hari ini, akan berdampak pada masa depan," kata Afni.
Dikatakan Afni, kekhawatiran terhadap tidak adanya desakan perubahan dari mahasiswa, seharusnya menjadi ketakutan bagi pemimpin daerah.
"Saya pribadi, malah takut kalau mahasiswa tak lagi turun ke jalan. Karena tak ada lagi yang akan melakukan perubahan untuk daerahnya," katanya.
Namun, dirinya berpesan kepada mahasiswa yang turun ke jalan untuk melakukan aksi demontrasi, dapat memahami isi tuntutan dan tujuan dari aksi yang dilakukan.
"Jangan sampai kalian turun ke jalan hanya ikut-ikutan. Jangan menjadi mahasiswa bayaran untuk aksi demo. Menjadi penyuara itu perlu, namun tetap memerhatikan apa yang akan kita sampaikan," ungkapnya.
Afni turut mengapresiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan seluruh civitas akademika yang telah mengundangnya dalam forum tersebut.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam diskusi publik sangat penting dalam menciptakan generasi yang kritis dan berkontribusi.
Di akhir kegiatan, Afni mengaku tersentuh dengan pernyataan penutup moderator yang dinilainya menjadi pemantik semangat dalam mengemban amanah.
“Sejauh apapun melangkah, akan ada hari untuk pulang dan memberi arti. Masa depan tanah kelahiran tidak ditentukan oleh seberapa jauh kita pergi, tetapi seberapa berani kita kembali dan memberi arti,” pungkasnya.