Pencarian

Podcast Kelupas

Setahun, Aktivitas PETI di Area Perusahaan Rugikan Investasi KTBM

Rabu, 08 April 2026 • 16:22:00 WIB
Setahun, Aktivitas PETI di Area Perusahaan Rugikan Investasi KTBM
Humas PT Karya Tama Bakti Mulia (KTBM), Asmadi Harun.

KUANSING (RA) - Aktivitas masyarakat di dalam area perusahaan disebut telah berlangsung selama setahun dan berdampak pada kerusakan lingkungan serta kerugian investasi.

Humas PT Karya Tama Bakti Mulia (KTBM), Asmadi Harun, mengungkapkan pihak perusahaan selama ini rutin melakukan patroli untuk mencegah aktivitas tersebut.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif.

"Kita lakukan patroli setiap hari, berkeliling di lingkungan perusahaan dan terus mengingatkan serta mengimbau agar tidak berkegiatan di dalam area perusahaan," kata Asmadi, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, aktivitas yang dilakukan sejumlah oknum masyarakat itu telah berdampak pada tanaman yang ditanam perusahaan. Bahkan, beberapa di antaranya mengalami kerusakan.

"Ada beberapa tanaman (kelapa sawit) kami yang sudah ditanam terdampak dari kegiatan ini," ujarnya.

Menurut Asmadi, respons masyarakat beragam. Sebagian memilih meninggalkan lokasi setelah diingatkan, namun ada juga yang tetap bertahan.

"Ada yang sadar dan pergi, tapi ada juga yang masih bertahan," ungkapnya.

Ia menyebut, aktivitas tersebut diperkirakan sudah berlangsung cukup lama. Meski demikian, pihak perusahaan tidak dapat memastikan secara rinci identitas pelaku.

"Kalau seingat kami sudah hampir satu tahun ini. Yang jelas mereka warga negara Indonesia, dan jalan itu juga merupakan penghubung ke desa-desa di ujung sana," jelasnya.

Karena akses jalan tersebut digunakan masyarakat untuk menuju desa lain, perusahaan tidak melakukan penutupan secara total.

"Kita tidak melakukan penghalangan bagi masyarakat yang hanya melintas," tambahnya.

Asmadi juga menyampaikan apresiasi atas tindakan yang dilakukan pihak kepolisian dalam menangani persoalan ini.

Ia berharap ke depan ada langkah yang lebih tegas untuk menjaga keamanan investasi.

"Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian. Harapan kami ke depan tentu lebih tegas, lebih fokus dan berkelanjutan dalam pengawasan di lapangan," katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan kerugian yang dialami perusahaan tergolong besar akibat aktivitas tersebut. Kondisi tanah yang telah terganggu membuat tanaman sulit tumbuh normal.

"Kerugian sangat besar. Tanah sudah terganggu, bahkan jadi gersang dan longsor. Tanaman yang ditanam berkali-kali tetap tidak bisa seperti kondisi normal," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks