Pencarian

Podcast Kelupas

Kenapa Daging Mentah Tak Perlu Dicuci Sebelum Masuk Kulkas?

Kamis, 26 Maret 2026 • 04:10:20 WIB
Kenapa Daging Mentah Tak Perlu Dicuci Sebelum Masuk Kulkas?
Ilustrasi mencuci daging mentah. (Foto: iStock)

RIAUAKTUAL (RA) - Menjelang Lebaran biasanya banyak keluarga mulai menyimpan stok daging di rumah. Daging-dagingan dibeli lebih awal untuk diolah menjadi berbagai masakan khas hari raya saat berkumpul bersama keluarga.

Nah, ada satu kebiasaan yang masih sering dilakukan, yaitu mencuci daging sebelum disimpan di kulkas. Banyak yang mengira langkah ini membuat daging lebih bersih karena sisa darah atau kotoran terlihat hilang setelah dibilas dengan air.

Padahal mencuci daging sebelum disimpan justru bisa berisiko menimbulkan penyakit dan buat daging tidak tahan lama. Air tidak benar-benar menghilangkan bakteri yang mungkin ada pada permukaan daging. Sebaliknya, percikan air dari daging mentah dapat menyebarkan bakteri ke area dapur seperti wastafel, talenan, atau peralatan memasak di sekitarnya.

Selain itu, daging yang dicuci sebelum disimpan juga cenderung lebih cepat rusak. Permukaan daging yang basah membuat kelembapan meningkat, kondisi yang dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme saat daging disimpan di kulkas.

Karena itu para ahli keamanan pangan menyarankan daging mentah tidak perlu dicuci sebelum disimpan. Yang lebih penting adalah memastikan cara penyimpanan dan penanganannya benar sejak awal agar kualitas daging tetap terjaga hingga saat dimasak.

Melansir dari Detikcom, dalam beberapa penelitian keamanan pangan, daging mentah memang bisa membawa bakteri seperti Salmonella atau Campylobacter. Namun mikroorganisme ini tidak hilang hanya dengan air mengalir.

Mencuci daging justru dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang. Percikan air dari permukaan daging mentah bisa membawa bakteri ke wastafel, talenan, hingga peralatan dapur di sekitarnya.

Selain itu, mencuci daging sebelum disimpan juga dapat mempercepat penurunan kualitasnya. Air yang menempel di permukaan daging membuat kondisi menjadi lebih lembap, sementara mikroorganisme pembusuk sangat mudah berkembang pada lingkungan dengan kadar air tinggi.

Dalam jurnal Meat Science, faktor ini dikenal sebagai water activity, yaitu tingkat ketersediaan air yang menentukan seberapa cepat mikroorganisme dapat tumbuh pada bahan pangan. Ketika permukaan daging lebih basah, bakteri pembusuk dapat berkembang lebih cepat sehingga mempercepat perubahan bau, tekstur, dan warna selama penyimpanan.

Daging yang akan dimasak sebenarnya tidak perlu dicuci dengan air. Jika terdapat sisa darah atau cairan pada permukaan daging, cara yang lebih aman adalah menepuknya perlahan menggunakan tisu dapur hingga permukaannya lebih kering.

Bagian lemak berlebih atau jaringan yang tampak kurang bersih juga bisa dipotong sebelum proses memasak dimulai. Langkah ini membantu memperbaiki tampilan dan tekstur daging tanpa menambah kelembapan pada permukaannya.

Setelah itu daging dapat langsung diolah melalui proses pemanasan seperti direbus, ditumis, dipanggang, atau dimasak dalam kuah. Proses memasak pada suhu tinggi merupakan tahap paling efektif untuk membunuh bakteri yang mungkin terdapat pada daging sehingga makanan lebih aman untuk dikonsumsi.

Setelah daging sampai di rumah, langkah pertama yang sering dilakukan adalah langsung memasukkannya ke kulkas. Namun cara penyimpanannya juga perlu diperhatikan agar kualitas daging tetap terjaga sampai waktunya dimasak.

Daging sebaiknya tidak disimpan dalam plastik belanja dari pasar. Plastik tipis seperti ini biasanya tidak cukup rapat sehingga cairan daging bisa keluar dan menetes di rak kulkas. Cara yang lebih aman adalah memindahkannya ke wadah tertutup atau plastik khusus penyimpanan makanan.

Jika daging belum akan dimasak dalam waktu dekat, misalnya baru akan diolah saat hari Lebaran, penyimpanan di freezer bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Suhu beku dapat memperlambat pertumbuhan bakteri sehingga kualitas daging bisa bertahan lebih lama.

Sebelum dimasukkan ke freezer, daging sebaiknya dibagi dalam beberapa porsi kecil. Cara ini memudahkan saat akan memasak karena kita hanya perlu mengambil sebagian tanpa harus mencairkan seluruh stok daging.

Saat daging disimpan di freezer, proses mencairkannya juga perlu diperhatikan. Kebiasaan yang masih sering terjadi di dapur adalah membiarkan daging beku mencair di suhu ruang. Cara ini memang terasa praktis, tetapi sebenarnya bisa membuat bakteri lebih mudah berkembang.

Ketika daging berada terlalu lama di suhu ruang, bagian luarnya bisa lebih cepat hangat sementara bagian dalamnya masih beku. Kondisi ini memberi kesempatan bagi mikroorganisme untuk mulai berkembang pada permukaan daging.

Cara yang lebih aman adalah mencairkan daging secara perlahan di dalam kulkas. Daging bisa dipindahkan dari freezer ke chiller dan dibiarkan mencair semalaman. Metode ini membantu menjaga suhu daging tetap stabil selama proses pencairan.

Jika membutuhkan cara yang lebih cepat, daging juga bisa dicairkan menggunakan microwave atau dengan merendamnya dalam air hangat. Namun daging sebaiknya tetap berada dalam wadah tertutup agar tidak terpapar air secara langsung.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks