PEKANBARU (RA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menargetkan penerimaan zakat pada tahun 2026 sebesar Rp70,4 miliar.
Target tersebut meningkat sekitar Rp10 miliar dibandingkan capaian pada tahun 2025.
Ketua Baznas Provinsi Riau, H Masriadi Hasan, menyampaikan pihaknya terus berupaya dalam mengoptimalkan potensi zakat yang ada di masyarakat. Ia juga berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Target penerimaan zakat tahun 2026 sebesar Rp70,4 miliar. Itu sekitar Rp10 miliar lebih tinggi dibandingkan tahun 2025. Kita mohon doa masyarakat Riau agar kita bisa mengumpulkan zakat yang sudah kita targetkan ini, karena potensi kita masih banyak,” ujar Masriadi.
Ia menjelaskan, Baznas memiliki peran sebagai mitra pemerintah dalam pengelolaan zakat. Karena itu, berbagai program yang dijalankan juga selaras dengan program pemerintah, namun tetap disesuaikan dengan ketentuan syariat dan hukum zakat.
“Posisi Baznas itu mitra pemerintah, artinya tangan kirinya pemerintah. Maka semua program yang kita buat mengadopsi program pemerintah dalam konteks penzakatan yang kita sesuaikan dengan syariat zakat dan sesuai hukum zakat serta penerima-penerima zakat,” jelasnya.
Masriadi juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini pengumpulan zakat masih terus berjalan. Mengingat saat ini masih memasuki bulan Maret, jumlah zakat yang terkumpul biasanya belum mencapai puncaknya.
“Karena ini masih bulan Maret, biasanya zakat yang masuk lebih kurang Rp4,5 miliar dalam satu bulan. Artinya sampai bulan ketiga, sekitar Maret ini, bisa mencapai sekitar Rp10 sampai Rp11 miliar,” katanya.