Pencarian

Podcast Kelupas

Sering Lewatkan Sahur Selama Puasa? Dokter Wanti-wanti Efeknya Bisa Begini

Ahad, 08 Maret 2026 • 05:10:54 WIB
Sering Lewatkan Sahur Selama Puasa? Dokter Wanti-wanti Efeknya Bisa Begini
Ilustrasi terlambat sahur.

RIAUAKTUAL (RA) - Sahur merupakan waktu untuk mengonsumsi makanan dan minuman guna memenuhi kebutuhan energi tubuh hingga waktu berbuka tiba.

Namun, masih ada sebagian orang yang kerap memilih tidak sahur sama sekali. Lantas, bagaimana efeknya bagi tubuh?

Spesialis penyakit dalam dr Rudy Kurniawan, SpPD, menjelaskan ada beberapa efek kesehatan yang bisa muncul jika tidak sahur. Terlebih jika tetap melakukan aktivitas fisik yang tinggi selama berpuasa.

Efek yang terjadi pada tubuh seperti mudah lemas hingga lebih rentan dehidrasi.

"Melewatkan sahur dapat menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah), lemas, sulit berkonsentrasi, serta dehidrasi. Terutama jika aktivitas tetap tinggi," ujarnya melansir dari detikcom.

Makan sahur sangat dianjurkan selama berpuasa. Dengan makan dan minum sebelum puasa dimulai, tubuh akan mendapatkan energi sekaligus membantu menjaga metabolisme selama beraktivitas.

Terlebih, pada orang dengan riwayat maag atau GERD (gastroesophageal reflux disease), kondisi tersebut berpotensi membuat gejala menjadi lebih mudah kambuh. Pasalnya, saat lambung kosong dalam waktu lama, asam lambung dapat lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Karena itu, dr Rudy menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi serat dan protein saat sahur. Menurutnya, asupan tersebut dapat membantu menjaga energi tubuh lebih lama selama berpuasa.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan makanan tinggi serat dan protein dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.

"Pilih makanan tinggi serat dan protein untuk menjaga energi lebih lama, seperti nasi merah, roti gandum, telur, tahu, tempe, ikan, atau ayam tanpa kulit," tutur dr Rudy.

"Tambahkan sayuran dan buah untuk serat serta elektrolit alami. Serta pastikan cukup cairan dengan air putih atau susu rendah lemak," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks