Pencarian

Podcast Kelupas

Tak Lagi Antre dan Bayar Tunai, E-Ticketing RoRo Bengkalis Segera Diterapkan

Kamis, 13 Agustus 2026 • 18:26:00 WIB
Tak Lagi Antre dan Bayar Tunai, E-Ticketing RoRo Bengkalis Segera Diterapkan
Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menggandeng PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) untuk menerapkan sistem tiket elektronik atau e-ticketing.

BENGKALIS (RA) - Era baru pelayanan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis-Sungai Selari segera dimulai. Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menggandeng PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) untuk menerapkan sistem tiket elektronik atau e-ticketing.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Jika tidak ada kendala, dalam waktu sekitar dua bulan ke depan wajah pelayanan di Pelabuhan Ro-Ro Air Putih Bengkalis dan Sungai Selari akan mulai berubah.

Tak hanya soal membeli tiket tanpa uang tunai, sistem baru ini juga bakal membuat seluruh aktivitas penyeberangan tercatat secara digital. Jumlah kendaraan, sepeda motor hingga pejalan kaki yang masuk akan terekam dalam sistem.

Kepala Dishub Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah Kamis (13/8/2026) mengatakan penerapan e-ticketing bukan keputusan yang tiba-tiba. Persiapannya sudah dimulai sejak Desember 2025.

“Perencanaan e-ticketing ini sudah kita lakukan dari awal Desember 2025. Sampai saat ini secara bertahap kita telah menyelesaikan berbagai tahapan, mulai dari seleksi vendor hingga penandatanganan kerja sama,” ujar Ardiansyah.

Dengan sistem baru ini, Ardiansyah menjelaskan masyarakat nantinya tidak lagi melakukan pembayaran tiket secara tunai. Pembayaran dilakukan secara elektronik melalui sejumlah metode, seperti QRIS, kartu debit dan metode nontunai lainnya.

Setelah pembayaran dilakukan, pengguna jasa akan diarahkan masuk melalui gate yang telah disiapkan.

“Dengan adanya sistem ini, tidak ada lagi mobil, sepeda motor ataupun pejalan kaki yang tidak melakukan pembayaran. Semuanya akan melalui sistem dan masuk melalui pintu gate,” tegas Ardiansyah.

Bagi masyarakat yang masih belum terbiasa menggunakan sistem digital, Dishub tidak akan melepas begitu saja.

Petugas akan disiapkan untuk membantu masyarakat melakukan pembelian tiket secara daring. Namun, transaksi tetap dilakukan secara elektronik.

Salah satu perubahan besar yang diharapkan dari penerapan e-ticketing adalah transparansi data.

Selama ini, data kendaraan dan penumpang menjadi bagian penting dalam pengelolaan pelabuhan. Dengan sistem elektronik, seluruhnya akan tercatat secara otomatis.

“Berapa mobil yang masuk, berapa motor yang masuk, berapa pejalan kaki yang masuk, semuanya akan terdata di sistem,” kata Ardiansyah.

Data tersebut nantinya tidak hanya menjadi milik Dishub. Pihak kapal, KSOP, asuransi dan pihak terkait lainnya juga dapat melihat data sesuai kebutuhan dan kewenangannya.

Menurut Ardiansyah, transparansi ini juga diharapkan menjadi magnet bagi operator kapal lain untuk masuk dan menambah armada di lintasan Bengkalis-Sungai Selari.

Saat ini, sekitar lima kapal telah beroperasi di lintasan tersebut. Sejumlah pihak juga disebut telah menunjukkan ketertarikan untuk menambah armada.

“Transparansi jumlah kendaraan, jumlah orang dan transaksi yang ada di sana akan terbuka. Salah satunya ini yang kami harapkan dapat membuat operator kapal lain tertarik untuk masuk ke lintasan kita,” ungkapnya.

PT GBSI nantinya bertanggung jawab melakukan pembangunan dan pemasangan berbagai perangkat pendukung e-ticketing, mulai dari gate, perangkat elektronik hingga sistem pendukung lainnya.

Dishub menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sekitar 1,5 hingga 2 bulan setelah PKS ditandatangani.

“Mulai dari PKS ditandatangani, kita prediksi sekitar 1,5 sampai 2 bulan ke depan untuk melengkapi sarana dan prasarana di pelabuhan Bengkalis dan Sungai Selari. Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik,” ujarnya.

Namun, pekerjaan ini memiliki tantangan tersendiri. Pelabuhan bukan kawasan kosong yang bisa ditutup selama proses pembangunan. Setiap hari masyarakat tetap menggunakan fasilitas tersebut untuk menyeberang.

Karena itu, Dishub akan mengatur antrean dan melakukan penyesuaian arus lalu lintas agar pembangunan tidak menghambat aktivitas masyarakat.

“Kenyamanan masyarakat tetap akan kita prioritaskan. Jangan sampai pelaksanaan pekerjaan ini justru mengganggu masyarakat umum,” tegas Ardiansyah.

Jika sebelumnya sebagian pekerjaan berkaitan dengan proses pembayaran tiket, nantinya peran petugas akan lebih banyak diarahkan untuk mengatur kendaraan, penumpang dan memastikan proses naik-turun kapal berjalan tertib.

“Tenaga manusia akan semakin berkurang dan lebih kepada mesin yang ada di sana. Tugas petugas kita nantinya mengarahkan kapal, kendaraan serta orang yang akan menyeberang di Ro-Ro Air Putih dan Sungai Selari,” jelasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks