Pencarian

Podcast Kelupas

Salat Idul Fitri 1447 H di Pinggir Sungai Kuantan Tradisi yang Dirindukan Anak Rantau

Kamis, 26 Februari 2026 • 09:50:00 WIB
Salat Idul Fitri 1447 H di Pinggir Sungai Kuantan Tradisi yang Dirindukan Anak Rantau
Salat Idul Fitri 1447 H/2026 M di pinggiran Sungai Kuantan, tepatnya di kawasan yang dikenal dengan Pulau Batu.

KUANSING (RA) - Pemerintah Desa Pulau Busuk, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), berencana menggelar Salat Idul Fitri 1447 H/2026 M di pinggiran Sungai Kuantan, tepatnya di kawasan yang dikenal dengan Pulau Batu.

Kepala Desa Pulau Busuk, Mahyudin mengatakan, pelaksanaan Salat Id tahun ini direncanakan tetap digelar di lokasi tersebut, sebagaimana tradisi yang sudah berlangsung setiap tahun.

"Iya, rencana kita tetap laksanakan di pinggiran Sungai Kuantan, Pulau Batu. Saya sudah perintahkan sekretaris desa untuk merapatkan hal ini dengan para datuk, ninik mamak, lembaga adat desa, lembaga adat nagori serta pengurus PHBI," ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Namun demikian, pihak desa juga mengantisipasi kemungkinan curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan Sungai Batang Kuantan meluap.

"Kalau air pasang dan tidak memungkinkan, pelaksanaan Salat Idul Fitri maupun Idul Adha akan dialihkan ke Masjid Nur Hidayah Desa Pulau Busuk atau ke lapangan bola kaki. Ini perlu kesepakatan bersama sebelum diputuskan," jelasnya.

Tradisi yang Dirindukan Perantau

Pulau Busuk merupakan desa di Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Pada 2006, desa ini dimekarkan menjadi tiga wilayah, yakni Pulau Busuk (induk), Pulau Busuk Jaya, dan Seberang Pulau Busuk.

Di desa ini terdapat sebuah daratan kecil di pinggiran Sungai Batang Kuantan yang dikenal dengan nama Pulau Batu.

Setiap tahunnya, lokasi tersebut menjadi tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri dan Idul Adha bagi masyarakat setempat.

Tradisi salat hari raya di ruang terbuka dengan latar aliran Sungai Batang Kuantan itu menjadi momen kebersamaan yang selalu dinanti warga, terutama bagi anak rantau yang pulang kampung saat Lebaran.

Usai salat, masyarakat biasanya saling bersalaman dan bermaafan. Tak sedikit pula warga yang memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto dengan latar sungai yang mengalir tenang.

Salah seorang warga Pulau Busuk yang merantau di Jakarta, Tasmi, mengaku Salat Id di Pulau Batu menjadi kerinduan tersendiri setiap Lebaran.

"Salat di Pulau Batu itu jadi perindu bagi kami yang di rantau. Kalau mau pulang kampung saat Lebaran, pasti yang ditanya pertama itu tempat salatnya, masih di Pulau Batu atau tidak," ungkapnya melalui sambungan telepon, Selasa (26/2/2026).

Bagi masyarakat Pulau Busuk, Pulau Batu bukan sekadar lokasi ibadah, tetapi juga simbol kebersamaan dan identitas desa yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks