RIAUAKTUAL (RA) - Puasa Ramadan bukan sekadar ibadah spiritual, melainkan sebuah proses biologis yang membawa transformasi besar bagi tubuh. Para ahli medis menyatakan bahwa selama 30 hari, tubuh melakukan "pembersihan besar-besaran" yang berdampak positif pada kesehatan fisik mulai dari pencernaan hingga jantung.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi di dalam sel dan organ kita saat tidak ada asupan makanan selama belasan jam?
Tahap Pertama Puasa
Dikutip dari John Hopkins Aramco Healthcare, selama beberapa hari pertama puasa, kadar gula darah dan tekanan darah akan menurun. Tubuh akan memulai proses pembersihan. Beberapa hari pertama adalah yang tersulit karena biasanya disertai dengan sakit kepala, pusing, mual, dan rasa lapar yang hebat.
Pada tahap kedua, tubuh terbiasa dengan jadwal puasa dan sistem pencernaan dapat beristirahat. Sistem pencernaan memfokuskan energinya pada pembersihan tubuh dan penyembuhan sel, dan sel darah putih dalam tubuh akan menjadi lebih aktif. Selama tahap ini, organ-organ juga akan memulai proses perbaikan.
Selama puasa, proses penyembuhan menjadi jauh lebih efisien sehingga tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak. Selama tahap ini, usus besar, hati, ginjal, paru-paru, dan kulit menghilangkan racun.
Tahap Akhir Puasa
Sekitar 10 hari terakhir puasa selama Ramadah, tubuh lebih terbiasa dengan proses puasa. Seseorang akan lebih berenergi dan mengalami peningkatan daya ingat dan konsentrasi.
Pada tahap ini, organ-organ sedang menyelesaikan proses penyembuhan. Setelah semua racun dikeluarkan, tubuh mampu berfungsi pada kapasitas maksimalnya.
Ahli endokrinologi juga mengamati bahwa puasa dapat membantu mengatur kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang bermanfaat bagi pengidap diabetes atau berisiko terkena penyakit tersebut.
Ahmed BaSaeed, konsultan endokrinologi, penyakit metabolik, dan penyakit dalam di The First Clinic di Jeddah, mengatakan puasa dapat meningkatkan kadar gula darah, terutama bagi pasien diabetes tipe 2, karena kita mengurangi jumlah asupan makanan dan tidak diperbolehkan makan pada siang hari.
"Puasa membantu mendorong gaya hidup yang lebih sehat dengan mengurangi kalori, gula, minuman soda, dan pati, sehingga mendorong penurunan berat badan," katanya.