Pencarian

Podcast Kelupas

Rumah Hangus Terbakar, Mahasiswa Keperawatan UNRI Ini Pilih Bangkit dan Kejar Mimpi

Rabu, 11 Februari 2026 • 20:33:00 WIB
Rumah Hangus Terbakar, Mahasiswa Keperawatan UNRI Ini Pilih Bangkit dan Kejar Mimpi
Rasya Andhika Hidayat, mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau (UNRI)

PEKANBARU (RA) - Musibah kebakaran menghanguskan sebuah rumah pada Kamis malam, 29 Januari 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.

Api yang berkobar cepat melalap bangunan dan seisinya, menyisakan puing-puing serta duka mendalam bagi keluarga yang terdampak.

Di balik peristiwa itu, ada sosok Rasya Andhika Hidayat, mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau (UNRI), yang harus menghadapi ujian berat di tengah perjuangannya menempuh pendidikan.

Rumah yang selama ini menjadi tempatnya pulang, beristirahat, dan belajar kini tak lagi berdiri utuh.

Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong. Kedua orang tua Rasya tengah menjenguk tetangga yang dirawat di RSUD, sementara Rasya sendiri sedang berada di rumah kerabat.

Kondisi tersebut membuat tidak banyak barang yang bisa diselamatkan ketika api mulai membesar.

Warga sekitar sempat berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba.

Namun kobaran api dengan cepat melahap bangunan hingga sulit dikendalikan.

Perlengkapan pribadi, dokumen penting, hingga kebutuhan penunjang kuliah Rasya ikut hangus terbakar. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi yang dialami keluarga terbilang cukup besar.

Saat ditemui Riauaktual.com, Rasya mengaku mengetahui kabar kebakaran itu dari telepon tetangga. Ia menyebut kejadian tersebut berlangsung begitu cepat dan membuatnya terpukul.

"Jujur, saya masih seperti tidak percaya. Dalam hitungan menit, rumah yang selama ini jadi tempat kami berkumpul habis terbakar," ujar Rasya dengan suara lirih.

Bagi Rasya, musibah ini bukan sekadar kehilangan tempat tinggal. Sebagai mahasiswa keperawatan, ia tengah menjalani proses pendidikan yang menuntut konsentrasi tinggi, praktik lapangan, serta kesiapan fisik dan mental.

Namun di tengah kondisi sulit itu, Rasya memilih untuk tidak menyerah. Ia bertekad tetap melanjutkan kuliah dan mengejar cita-citanya menjadi tenaga kesehatan profesional.

"Saya tidak mau menyerah. Ini memang ujian berat, tapi saya harus tetap kuliah. Orang tua juga selalu menguatkan supaya saya fokus mengejar cita-cita," ungkapnya.

Dukungan keluarga menjadi penguat utama bagi Rasya. Di saat yang sama, teman-teman kampus turut memberikan semangat serta bantuan moral agar ia tetap tegar menjalani perkuliahan.

Rasya pun menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian banyak pihak yang hadir di tengah kesulitannya.

"Saya sangat berterima kasih atas perhatian dan doa dari banyak pihak. Dukungan itu sangat berarti buat saya dan keluarga," tutupnya.

Musibah itu memang menghanguskan tempat tinggalnya, namun tidak memadamkan tekadnya untuk tetap bangkit dan melangkah maju.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks