SIAK (RA) - Kemunculan diduga Harimau Sumatera menggegerkan warga Desa Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau.
Menyikapi laporan masyarakat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan serta mitigasi konflik satwa liar dengan manusia.
Laporan awal diterima BBKSDA Riau dari warga, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Tim Resort Siak kemudian bergerak cepat ke lokasi dan berkoordinasi dengan Babinsa serta masyarakat setempat.
Dari keterangan warga, keberadaan satwa tersebut mulai terdeteksi sejak malam hari.
Seorang warga RT 14/RW 14, Ibu Nurisam, mengaku melihat bayangan mencurigakan di sekitar kandang kambing miliknya sekitar pukul 20.00 WIB setelah menyalakan lampu. Bayangan tersebut kemudian bergerak menjauh ke arah semak belukar.
Tak jauh dari lokasi, kamera CCTv milik warga bernama Dewi merekam sosok yang diduga Harimau Sumatera melintas pada pukul 21.30 WIB.
Satwa terlihat bergerak ke arah barat laut menuju kawasan perkebunan eks PT Darpari. Berdasarkan pengamatan awal, satwa tersebut diperkirakan berusia remaja menuju dewasa.
Sekitar pukul 22.00 WIB, seorang pengendara mobil yang melintas dari Buton menuju Pekanbaru juga mengaku melihat seekor harimau menyeberang jalan di sekitar SPBU setempat.
Sementara itu, di lokasi lain, warga bernama Nanang mendengar suara gaduh dari arah hutan sekitar pukul 22.30 WIB, disertai suara hewan yang diduga sedang diterkam.
Keesokan harinya, dua ekor ayam dan satu anak kucing miliknya dilaporkan hilang. Di sekitar rumah ditemukan jejak serta bulu ayam yang berserakan.
Hasil identifikasi tim BBKSDA Riau di lapangan menemukan jejak kaki diduga Harimau Sumatera di sekitar rumah Nanang dengan ukuran tapak sekitar 12 sentimeter.
Meski kamera jebak (camera trap) yang dipasang sejak 7 Februari 2026 belum merekam keberadaan satwa tersebut, tim menambah satu unit kamera tambahan guna memperluas jangkauan pemantauan. Pengawasan juga dilakukan menggunakan drone.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah preventif untuk mencegah interaksi negatif antara satwa dan manusia.
"Tim telah mengimbau warga agar tidak beraktivitas sendirian pada jam aktif satwa, serta memastikan ternak dimasukkan ke dalam kandang dan menutup sekeliling kandang menggunakan terpal atau seng," ujarnya, Senin (9/2/2026).
Hingga saat ini, tim BBKSDA Riau masih melakukan pemantauan intensif di lokasi. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melapor apabila kembali melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera.
"Laporan dapat disampaikan ke Balai Besar KSDA Riau melalui nomor 081374742981," jelasnya.