Pencarian

Podcast Kelupas

Dewan Minta Bapenda Cari Peluang Guna Dongkrak Pendapatan Dari Turunan Pajak

Senin, 02 Februari 2026 • 20:39:30 WIB
Dewan Minta Bapenda Cari Peluang Guna Dongkrak Pendapatan Dari Turunan Pajak
Anggota Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau Andi Darma Taufik

PEKANBARU (RA) - Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau saat ini tengah mendorong revisi Pergub Nomor 37 Tahun 2012 Tentang Nilai Perolehan Air Permukaan Sebagai Dasar Pengenaan Pajak.

Di mana, salah satu hasil revisi tersebut, nantinya akan diberlakukan pemungutan Pajak Permukaan Air (PAP) Rp1.700 per batang sawit.

Anggota Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau Andi Darma Taufik menyebutkan kepemimpinan Kepala Bapenda Ninno Wastikasari dapat menjadi semangat dalam mendorong hal tersebut.

"Semangat kita semua sama, semangat baru untuk mengatasi defisit dan peningkatan PAD Riau. Kita berpikir untuk bagaimana pembangunan infrastruktur tetap berjalan," kata Andi Darma Taufik, Senin (2/2/2026).

Terhadap rencana pemungutan Pajak Air Permukaan (PAP) batang sawit tersebut, didapatkan pihaknya saat berkunjung ke Sumatera Barat.

Di mana, pada 1 hektare sawit diperkirakan terdapat 100 batang sawit. Yang jika dikalkulasikan akan dikenakan Rp1.700 per batang sawit, dan meraup PAD hingga Rp500 miliar.

"Untuk provinsi Riau memang belum kita hitung, tapi angkanya pasti tak jauh berbeda. Dan ini hanya akan diberlakukan pada perusahaan yang menggunakan pemanfaatan dan penggunaan air, bukan pada masyarakat," kata Andi.

Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menyebutkan Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah juga akan menyasar pada Retribusi daerah, Dividen hasil pengelolaan BUMD, Optimalisasi pengelolaan aset Pemprov, Inovasi-inovasi pendapatan baru, dan Transfer pusat, termasuk TKD dan DBH.

"Memang kerja Pansus itu cukup panjang. Pertama tentu kita akan fokus pada pajak yang memiliki banyak turunan, ada pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar, pajak alat berat dan lainnya. Namun kan pada sifatnya kita DPRD hanya mendorong, eksekusi nya di tangan Pemprov Riau," kata Andi.

Untuk itu, Andi Darma berharap kepemimpinan Ninno Wastikasari dapat segera mengimplementasikan hasil revisi Pergub nantinya.

"Sesuai dengan arahan Mendagri bagaimana menciptakan inovasi peningkatan pendapatan daerah, dan kondisi APBD Riau itu kuat, karena dana transfer pusatnya 45 persen, sementara PAD nya di angka 55 persen," katanya.

"Kita harap Kabapenda yang baru bisa bekerja dengan cepat dan tepat, membentuk tim yang baik dan fokus pada peningkatan PAD. Karena kita mempunyai banyak ruang dari turunan pajak, kita punya potensi pendapatan yang besar," pungkasnya.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks