Warga Berharap Penutupan PON Gratis

Warga Berharap Penutupan PON Gratis
(Ilustrasi int)

PEKANBARU (RA)- Sejumlah warga Kota Pekanbaru meminta agar Panitia Besar (PB) PON XVIII/2012 menggratiskan acara penutupan PON Riau untuk umum. "Jangan lagi pungut biaya untuk acara penutupan PON Riau, berilah kesempatan untuk rakyat kecil bisa ikut langsung menikmatinya," kata Atri mahasiswa di salah satu Universitas di Pekanbaru, minggu (16/9).

Seremoni penutupan PON XVIII rencananya bakal digelar pada tanggal 21 September di Stadion Utama Riau, Pekanbaru. Sesuai jadwal dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono.

Seorang warga lainnya, Rinaldi (30), mengatakan akan banyak warga yang kecewa karena tak bisa melihat langsung megahnya penutupan iven terbesar di Indonesia itu. Sebabnya, dilihat dari mahalnya tarif tiket acara pembukaan PON, hanya segelintir saja yang mampu membelinya.

"Sumber pendanaan PON, pembangunan stadion, semuanya bersumber dari rakyat yang dibayarkan lewat pajak. Panitia seharusnya bertindak bijak dan arif dengan membiarkan seluruh rakyat ikut merasakan apa yang sudah kita sumbangkan," ujarnya.

Sedangkan, Merry Indrayani (25), mengatakan PB PON Riau harus belajar dari kesalahan pada upacara pembukaan PON pada 11 September lalu. Dengan harga tiket berkisar Rp100 ribu hingga Rp2 juta per lembar, kondisi stadion utama saat itu sepi penonton.

Akhirnya, panitia terpaksa membuka lebar pintu stadion bagi warga yang tak memiliki tiket. Dampaknya justru merugikan bagi pemilik tiket karena hingga kini tak ada kebijakan untuk pengembalian uang.

"Merujuk pada acara pembukaan saja, waktu itu tiket dipatok harga akhirnya stadion sepi penonton. Saya sebagai warga Pekanbaru sampai malu melihatnya," kata Merry.

Secara terpisah, anggota Indonesia Corruption Watch (ICW) Apung Widadi, mengatakan warga berhak melaporkan ke polisi terhadap panitia bagian tiket yang tak mau mengembalikan uang tiket pembukaan PON. Menurut dia, tidak ada dasar hukum bagi PB PON mengkomersilkan acara pembukaan dan penutupan PON karena biayanya sudah ditanggung dari dana APBN serta APBD.

"Itu sama saja dengan pungutan liar," katanya.

Sementara itu, Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengatakan PB PON Riau akan tetap mengenakan tarif untuk tiket masuk acara penutupan PON XVIII. Hanya saja, harganya nanti akan dibuat agar lebih terjangkau.

"Kita tetap akan jual tiket demi membatasi pengunjung," ujarnya saat berkunjung ke Media Center Utama PON beberapa waktu lalu.

Mengenai pengembalian tiket acara pembukaan PON, ia mengatakan belum ada keputusan terkait hal tersebut.(RA5)

Berita Lainnya

index