2,5 Juta Warga Riau Jalani Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi Paling Tinggi

Rabu, 04 November 2026 | 15:34:05 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Zulkifli saat menghadiri Konferensi Keperawatan Universitas Riau di Pekanbaru, Rabu (4/11/2026).

PEKANBARU (RA) - Sebanyak 2,5 juta masyarakat di Provinsi Riau telah terdata melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari hasil pemeriksaan tersebut, hipertensi menjadi salah satu penyakit dengan angka temuan tertinggi.

Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer, terutama dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Zulkifli, mengatakan penguatan pelayanan kesehatan harus diiringi transformasi praktik keperawatan. Peran perawat dinilai tidak lagi sebatas memberikan pelayanan pengobatan, tetapi juga mencakup edukasi, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, hingga pendampingan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Zulkifli saat menghadiri Konferensi Keperawatan Universitas Riau di Pekanbaru, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, transformasi praktik keperawatan harus sejalan dengan kebijakan pembangunan kesehatan nasional, khususnya dalam mendukung enam pilar Transformasi Kesehatan Indonesia.

Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat pelayanan kesehatan primer sebagai fondasi utama dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Penguatan layanan primer menjadi salah satu prioritas karena pelayanan kesehatan tingkat pertama merupakan fondasi utama dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujar Zulkifli.

Ia menjelaskan, program CKG menjadi salah satu contoh pentingnya peran tenaga keperawatan dalam mendeteksi risiko penyakit sejak dini.

Temuan hipertensi dari hasil pemeriksaan masyarakat menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular masih perlu diperkuat.

"Di sinilah perawat memiliki peran strategis, baik melalui kegiatan penelitian, edukasi, promosi kesehatan, maupun tindakan preventif di tengah masyarakat. Perawat tidak hanya bertugas memberikan pelayanan ketika seseorang jatuh sakit, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjaga kesehatannya secara mandiri," jelasnya.

Zulkifli menambahkan, edukasi kesehatan keluarga juga menjadi bagian penting dalam mencegah risiko penyakit dan komplikasi.

Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai pola hidup sehat, pengendalian faktor risiko, serta pentingnya deteksi dini agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri.

Ia mencontohkan, pasien hipertensi dapat ditangani secara optimal di fasilitas pelayanan kesehatan primer melalui pengobatan teratur, pemantauan tekanan darah, serta edukasi perubahan gaya hidup.

Dengan penanganan sejak dini, risiko komplikasi serius seperti stroke diharapkan dapat ditekan sehingga pasien tidak harus menjalani perawatan lanjutan di rumah sakit.

"Harapannya, masyarakat yang sehat tidak menjadi sakit, sementara masyarakat yang sakit dapat kembali sehat. Penyakit seperti hipertensi harus bisa dikelola sejak awal di layanan primer sehingga tidak berkembang menjadi komplikasi yang membutuhkan perawatan di rumah sakit," ungkapnya.

Riau Miliki 244 Puskesmas

Lebih lanjut, Zulkifli menyebut penguatan pelayanan kesehatan primer membutuhkan dukungan sumber daya manusia kesehatan yang memadai, pemerataan tenaga kesehatan, serta peningkatan cakupan program imunisasi.

Saat ini, Provinsi Riau memiliki 172 kecamatan dan 1.862 desa. Sementara jumlah Puskesmas yang tersebar di wilayah tersebut mencapai 244 unit.

Dari jumlah itu, sebanyak 146 Puskesmas telah dilengkapi fasilitas rawat inap.

Menurut Zulkifli, kapasitas pelayanan Puskesmas akan terus diperkuat melalui program revitalisasi yang didukung pemerintah pusat.

"Kedepannya, kapasitas pelayanan Puskesmas akan terus diperkuat melalui program revitalisasi yang didukung pemerintah pusat. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, fasilitas, serta kapasitas sumber daya manusia kesehatan, termasuk tenaga keperawatan profesional," sebutnya.

Ia berharap penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga keperawatan, serta optimalisasi pelayanan kesehatan primer dapat membuat sistem pelayanan kesehatan di Riau semakin terintegrasi dengan fasilitas kesehatan rujukan.

Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dan penanganan secara optimal sejak tingkat pertama tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit.

" Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pelayanan dan penanganan kesehatan secara optimal sejak tingkat pertama, sehingga tidak semua kasus penyakit harus berakhir di rumah sakit," terangnya.
 

Tags

Terkini

Terpopuler