Badut Gajah Bagi Cokelat di Operasi Patuh Pekanbaru, 38 Pengendara Ditilang

Jumat, 30 Oktober 2026 | 11:48:58 WIB
Satlantas Polresta Pekanbaru menghadirkan badut gajah untuk mengedukasi pengendara agar tertib berlalu lintas.

PEKANBARU (RA) - Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 hari kelima di Pekanbaru diwarnai aksi unik. Satlantas Polresta Pekanbaru menghadirkan badut gajah untuk mengedukasi pengendara agar tertib berlalu lintas. Petugas juga membagikan cokelat hingga helm gratis untuk anak-anak.

Operasi gabungan tersebut digelar di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di U-turn Big Land, Pekanbaru, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini melibatkan personel Subdenpom I/1-3 Pekanbaru dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru.

Dalam operasi tersebut, petugas menyasar sejumlah pelanggaran kasatmata, mulai dari pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spektek), hingga pengendara yang nekat melawan arus.

Ada yang menarik dalam kegiatan penertiban kali ini. Petugas menghadirkan badut gajah untuk membantu menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas dengan cara yang lebih ramah dan menyenangkan.

Badut tersebut turut mendampingi petugas memberikan imbauan kepada pengendara. Bahkan, cokelat dibagikan kepada pengguna jalan yang tertib mematuhi aturan lalu lintas.

Tak hanya itu, petugas juga memberikan helm berstandar SNI secara gratis kepada anak-anak yang dibonceng tanpa helm atau menggunakan helm yang sudah tidak layak pakai.

Meski mengedepankan pendekatan humanis, petugas tetap melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Salah satunya pengendara yang melawan arus di lokasi U-turn, meski rambu larangan sudah terpasang dengan jelas.

Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, Kompol Satrio B.W. Wicaksana mengatakan Operasi Patuh Lancang Kuning tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi.

"Pada hari kelima pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning ini, kami mengedepankan langkah preventif melalui teguran humanis dan edukasi unik dengan melibatkan badut gajah. Sebagai bentuk apresiasi, kami membagikan cokelat bagi masyarakat yang tertib serta memberikan helm gratis khusus anak-anak untuk menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini," kata Satrio.

Namun, menurutnya, penindakan tetap dilakukan terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran berisiko tinggi, terutama melawan arus.

"Bagi pengendara yang tetap nekat melawan arus padahal rambu larangan sudah jelas terpasang, langsung kami berikan tindakan tegas berupa tilang demi keselamatan bersama. Langkah ini bertujuan menumbuhkan budaya patuh peraturan lalu lintas dan kesadaran berkendara yang tertib dan aman," ujarnya.

Dari hasil operasi gabungan tersebut, petugas menindak sebanyak 38 pelanggar lalu lintas.

"Satlantas Polresta Pekanbaru mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas. Pengendara juga diminta melengkapi perlengkapan keselamatan demi mencegah kecelakaan dan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas di Kota Pekanbaru," tutup Satrio.

Tags

Terkini

Terpopuler