Upacara HSN 2026 di Siak Berlangsung Khidmat Walaupun Hujan, Afni: Santri Penjaga Nadi Bangsa

Ahad, 25 Oktober 2026 | 06:21:04 WIB
Bupati Siak Afni Zulkifli saat menjadi Pemimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 di Lapangan Tugu depan Istana Siak,, Sabtu (24/10/2026).

SIAK (RA) - Meskipun diguyur hujan lebat, upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 di Lapangan Tugu depan Istana Siak, berlangsung khidmat, Sabtu (24/10/2026).

Ribuan santri terlihat basah kuyup selama mengikuti upacara. Namun tidak menghilang semangat mereka di bawah langit yang mendung. Ditambah, sosok wanita tangguh berdiri dihadapan mereka, yakni Bupati Siak Afni Zulkifli.

Ditengah ratusan santriwan-santriwati, Afni yang juga pernah menjadi santriwati massa remajanya, tetap berdiri tegak mengenakan kerudung hitam dan baju gamis putih.

Ia terlihat berbaur dengan para santri memakai Jubah dan peci yang basah justru menjadi saksi bisu keteguhan mereka.

Afni selaku pembina upacara dalam amanatnya, menyimpan sejarah panjang perjuangan Santri mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia menegaskan satu hal, Santri adalah penjaga nadi bangsa.

"Ini adalah tonggak sejarah pengakuan bahwa santri penjaga moral dan akhlak, penggerak sejarah, pelopor modernisasi beragama, dan adaptif dengan era modern," tegas Afni dengan suara lantang.

Di momen penuh haru itu, Afni menitipkan sebuah pesan mendalam. Ketika ikhtiar para pemimpin tak lagi cukup mengetuk pintu kekuasaan di Jakarta, maka harapan itu dititipkan kepada mereka yang tak pernah lelah terjaga dalam doa.

"Ketika ikhtiar kami para umara mungkin tidak cukup untuk mengetuk pintu-pintu kekuasaan di sana. Ketika sebagian dari kami mungkin terlelap karena lelah dengan ikhtiar dunia yang tak berujung. Maka cahaya negeri ini dititipkan, diperjuangkan kepada para santri yang selalu terjaga dengan zikir, salawat, dan doa-doa terbaiknya," ujar Afni.

Ia pun bersyukur, di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, negara akhirnya benar-benar hadir untuk pesantren melalui hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.

Upacara yang diawali dengan hujan, ditutup dengan doa yang melangit. Afni mengajak seluruh yang hadir untuk mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah gugur demi keutuhan bangsa.

"Teruslah menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, dan mengabdikan diri untuk negeri. Jadilah santri yang menguatkan negeri Indonesia kita," pesannya.

Hujan telah usai, namun pesan itu tinggal. Bahwa dari Siak, dari Lapangan Tugu yang basah itu, cahaya negeri ini akan terus dijaga oleh para santri.

Terkini

Terpopuler