SMSI Kukuhkan Pokja News Room Jaga Desa di Lima Provinsi, Tegaskan Tak Terkait Aksi Demonstrasi

Selasa, 25 Agustus 2026 | 06:02:08 WIB
Ketua Umum SMSI Firdaus melakukan rapat terkait persiapan pelantikan pengurus Pokja News Room.

JAKARTA (RA) - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) terus memperkuat konsolidasi organisasi melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) News Room Jaga Desa di berbagai daerah. 

Pada Kamis (27/8/2026), SMSI dijadwalkan mengukuhkan pengurus Pokja News Room Jaga Desa dari lima provinsi secara serentak di Hall Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Lima provinsi yang akan dikukuhkan yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. Pengukuhan ini merupakan kelanjutan dari pembentukan kepengurusan serupa yang sebelumnya telah dilakukan di Bali, Lampung, Banten, dan Kepulauan Riau.

Ketua Umum SMSI Firdaus mengonfirmasi bahwa pelantikan pengurus Pokja News Room Jaga Desa dari lima provinsi tersebut akan dilaksanakan dalam satu rangkaian seremoni di Gedung Dewan Pers.

Agenda tersebut menjadi sorotan karena berlangsung pada hari yang sama dengan rencana aksi demonstrasi nasional yang akan digelar di kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. 

Sejumlah kelompok massa dikabarkan akan menyampaikan berbagai tuntutan, mulai dari pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor hingga isu tata kelola dana daerah.

Situasi tersebut memunculkan spekulasi di sejumlah kalangan yang mempertanyakan apakah kehadiran pengurus media siber dari berbagai daerah ke Jakarta merupakan bagian dari mobilisasi massa yang berkaitan dengan aksi demonstrasi.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal SMSI Makali Kumar menegaskan bahwa pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa tidak memiliki kaitan apa pun dengan agenda aksi demonstrasi yang akan berlangsung pada hari yang sama.

Menurut Makali, penetapan jadwal pengukuhan murni merupakan agenda organisasi yang telah direncanakan sebelumnya dan tidak memiliki muatan politik tertentu.

"Tidak ada kaitannya dengan aksi demonstrasi ataupun mobilisasi massa. Ini adalah agenda organisasi yang telah disusun untuk memperkuat konsolidasi SMSI di daerah," tegas Makali, Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, sebagai salah satu konstituen Dewan Pers, SMSI merupakan organisasi perusahaan media siber yang berfokus pada penguatan ekosistem pers dan industri media digital di Indonesia.

Karena itu, lanjutnya, SMSI tidak berada dalam posisi untuk terlibat dalam aktivitas politik praktis maupun gerakan massa yang berada di luar tugas dan fungsi organisasi.

Makali menegaskan bahwa SMSI berkomitmen menjaga stabilitas nasional dan mendukung terciptanya ruang informasi yang sehat, terutama di tengah dinamika politik dan sosial yang berkembang.

Melalui pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa, SMSI ingin memperkuat peran media siber dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus dan anggota SMSI di daerah agar tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik serta prinsip profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

"Di tengah berbagai dinamika yang berkembang, media harus tetap menjadi sumber informasi yang jernih dan terpercaya bagi masyarakat. Itulah semangat yang terus kami dorong melalui program News Room Jaga Desa," ujarnya.

Program Pokja News Room Jaga Desa sendiri merupakan salah satu upaya SMSI untuk memperkuat peran media dalam mengawal pembangunan dan tata kelola pemerintahan hingga ke tingkat desa, sekaligus meningkatkan kualitas pemberitaan yang berpihak pada kepentingan publik.

Tags

Terkini

Terpopuler