PEKANBARU (RA) - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat sekitar 1 kilogram di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.
Seorang pria berinisial AY (36), asal Aceh, diamankan petugas setelah diduga membawa lima bungkus besar sabu yang disembunyikan di dalam lipatan celana jeans di dalam koper.
AY ditangkap pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Penangkapan bermula saat petugas Aviation Security (Avsec) mencurigai koper berwarna hitam ketika dilakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha mengatakan, petugas kemudian memeriksa koper tersebut dan menemukan barang mencurigakan.
"Petugas Avsec menemukan koper yang mencurigakan saat dilakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray. Setelah diamankan dan diperiksa bersama tim, ditemukan lima bungkus diduga narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam lipatan celana jeans," kata Putu, Kamis (13/8/2026).
AY kemudian diamankan di area boarding pass. Petugas Avsec selanjutnya menghubungi Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Riau untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Penggeledahan koper dilakukan dengan disaksikan AY, personel Lanud Roesmin Nurjadin dan operator X-Ray Avsec. Polisi menemukan lima bungkus besar diduga sabu yang diselipkan di antara lima celana jeans.
"Setelah ditimbang, berat kotor barang bukti tersebut sekitar 1 kilogram," ujar Putu.
Dari pemeriksaan awal, AY mengaku membawa sabu tersebut dari Aceh menuju Pekanbaru menggunakan bus. Setibanya di Pekanbaru, ia kemudian berencana melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat menuju Jakarta.
“Berdasarkan pemeriksaan awal, AY mengaku membawa sabu tersebut dari Aceh menggunakan bus ke Pekanbaru, lalu akan terbang menggunakan pesawat menuju Jakarta," ungkapnya.
Selain sabu, polisi turut mengamankan satu unit telepon seluler, KTP, SIM C, boarding pass dan paspor milik AY.
AY bersama seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolda Riau untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum. Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap asal-usul sabu serta jaringan narkotika yang diduga berada di balik pengiriman tersebut.