Oknum Pimpinan Ponpes di Kuansing Diduga Cabuli Santriwati hingga Melahirkan

Rabu, 08 Juli 2026 | 13:34:38 WIB
Ilustrasi istimewa.

KUANSING (RA) - Pemerintah Desa Sumber Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), memastikan dugaan tindak pidana pencabulan yang menyeret seorang oknum pimpinan pondok pesantren (ponpes) telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Sumber Jaya, Catur, mengatakan pemerintah desa tidak akan mengambil langkah di luar kewenangannya dan memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

"Pemerintah Desa sudah menyerahkan dugaan kasus itu ke pihak kepolisian untuk mencari kebenaran atas apa yang terjadi. Pembuktian berkaitan dengan hal tersebut masih menunggu proses," kata Catur, Rabu (8/7/2026).

Ia menegaskan, pemerintah desa menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan serta pembuktian yang dilakukan oleh kepolisian.

Kasus tersebut mencuat setelah beredar informasi mengenai dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Singingi Hilir.

Dugaan itu semakin menjadi perhatian publik setelah muncul kabar seorang santriwati diduga melahirkan seorang bayi.

Sejumlah warga kemudian mendatangi rumah salah seorang perempuan yang disebut sebagai korban untuk meminta penjelasan terkait informasi yang beredar.

Dari keterangan yang diperoleh warga, muncul dugaan adanya lebih dari satu korban.

Namun demikian, hingga saat ini informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dibenarkan secara resmi oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum pimpinan pondok pesantren yang disebut-sebut dalam perkara tersebut dikabarkan telah diamankan di Polres Kuantan Singingi.

Meski begitu, kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai status hukum yang bersangkutan maupun kronologi perkara.

Sementara itu, Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alfredo, belum dapat memberikan penjelasan saat dikonfirmasi.

"Belum bisa komentar. Masih acara di desa," ujarnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih belum menyampaikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.

Terkini

Terpopuler