Sering Keseleo Bisa Berujung Pengapuran, Mitos atau Fakta?

Selasa, 07 Juli 2026 | 05:41:14 WIB
ilustrasi keseleo.

RIAUAKTUAL (RA) - Keseleo menjadi salah satu cedera yang paling sering dialami saat berolahraga, terutama pada aktivitas yang melibatkan banyak perubahan arah gerakan seperti padel, tenis, maupun sepak bola.

Karena masih bisa berjalan setelah cedera, tidak sedikit orang yang menganggap keseleo hanya cedera ringan dan memilih membiarkannya sembuh sendiri. Namun, sebaiknya keseleo jangan dianggap remeh.

Menurut dr. Gabriel Klemens Wienanda, M.Ked(Surg), Sp.OT, AIFO-K menjelaskan kalau pada kasus tertentu keseleo bisa menandakan adanya robekan ligamen yang jika dibiarkan dapat menimbulkan masalah pada sendi di kemudian hari.

Keseleo sebenarnya merupakan istilah awam untuk cedera pada ligamen atau sprain. Ligamen merupakan jaringan yang menghubungkan antartulang dan berfungsi menjaga kestabilan sendi.

"Ligamen itu adalah jaringan pengikat. Jadi enggak selalu cedera itu tentang tulang. Ligamen yang mengikat antara tulang ini bisa robek. Biru, bengkak, tapi dia bisa jalan, apakah selalu patah (tulang)? Enggak selalu, bisa jadi ligamennya robek," tutur dr. Gabriel, mengutip dari Kompas.

Ia menjelaskan robekan ligamen umumnya ditandai dengan nyeri, bengkak, bahkan memar pada area yang terdampak

Masalah utama dari keseleo, menurut dr. Gabriel, terletak pada risiko robekan ligamen yang tidak ditangani dengan baik. Ligamen yang robek ini mungkin tidak dianggap penting bagi sebagian orang, tetapi bagi orang yang aktif bergerak dalam keseharian, ligamen yang robek ini bisa menimbulkan gangguan pada kestabilan sendi yang dampaknya baru terasa bertahun-tahun kemudian.

Hal ini dikarenakan ligamen yang robek dapat menyebabkan sendi menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan tersebut memang tidak selalu terlihat secara kasatmata, tetapi terjadi dalam bentuk pergeseran kecil yang terus berulang saat sendi digunakan.

"Karena robekan itu kadang-kadang kalau enggak diperbaiki engkelnya jadi goyang. Goyangnya micro motion namanya, dan itu menyebabkan gampang pengapuran," ungkap dr. Gabriel.

Pengapuran tulang yang dimaksud adalah osteoarthritis atau kerusakan pada sendi akibat menipisnya bantalan sendi dan gesekan yang berlangsung terus-menerus sehingga memicu nyeri, kekakuan, dan penurunan fungsi sendi.

Dr. Gabriel menegaskan tidak semua keseleo harus membutuhkan tindakan medis serius, yang terpenting adalah memastikan terlebih dahulu jenis cedera yang dialami melalui pemeriksaan tenaga medis.

Ia mengingatkan bahwa keseleo, robekan ligamen, retak tulang, maupun patah tulang dapat menimbulkan gejala yang mirip sehingga sulit dibedakan tanpa pemeriksaan fisik maupun penunjang seperti foto rontgen atau MRI.

"Yang pertama harus ke dokter ortopedi. Dia bisa menilai langsung dia patah (tulang) atau enggak. Yang kedua, ada baiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya MRI atau X-ray atau yang lain untuk memastikan kerusakan lebih lanjut" kata dr. Gabriel.

Pemeriksaan sejak awal akan membantu menentukan penanganan yang tepat sehingga sendi dapat pulih dengan baik dan risiko komplikasi, termasuk pengapuran di kemudian hari, dapat diminimalkan.

Terkini

Terpopuler