Hingga Pertengahan Juni, Realisasi Pajak Daerah Capai Rp1,63 Triliun

Senin, 06 Juli 2026 | 18:27:00 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah merilis target dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga pertengahan Juni Tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Disebutkan Plt Gubri, per 18 Juni 2026, realisasi PAD telah mencapai 34,54 persen atau sebesar Rp1.810.002.451.470 dari total PAD Rp5.240.334.064.481.

Data tersebut dirangkum dalam 4 bagian PAD. Diantaranya pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan meliputi deviden BUMD, dan lain-lain PAD yang sah meliputi denda pajak dan BLUD.

Dikatakan SF Hariyanto, hingga 18 Juni 2026, realisasi pajak daerah yakni Rp1.632.005.312.624 dari target 2026 sebesar Rp3.994.013.745.222.

"Jumlah tersebut, menjadikan realisasi pajak daerah mencapai 40,86 persen dari target 2026. Kemudian Retribusi Daerah, telah mencapai realisasi Rp3.720.545.113 dari target sebesar Rp14.364.293.200 atau 25,90 persen," kata SF Hariyanto, Senin (6/7/2026).

Kemudian, pada Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, dikatakan SF Hariyanto, yakni Rp3.462.580.317 dengan target Rp618.220.000.000 atau capaian 0,56 persen.

"Terakhir pada Lain-lain PAD yang sah, telah terealisasi Rp170.814.013.416 dari target Rp613.736.026.059 atau dengan capaian 27,83 persen," katanya.

Sementara itu, untuk pendapatan transfer Pemerintah Pusat, dikatakan Plt Gubri telah terealisasi mencapai 38,40 persen yakni sebesar Rp1.154.007.955.603 dari target 2026 sebesar Rp3.005.302.894.011.

"Dan pada sektor lain-lain pendapatan daerah yang sah meliputi pendapatan hibah, mencapai 15,31 persen atau dengan realisasi Rp1.417.050.000 dari target Rp9.254.860.000," sebutanya.

Dengan begitu, maka total pendapatan daerah, meliputi PAD + transfer pemerintah pusat + lain-lain pendapatan daerah yang sah, didapati realisasi mencapai 35,92 persen atau sebesar Rp2.965.427.073 dari target 2026 Rp8.254.891.818.492.

Sementara itu, pada Realisasi Pajak Daerah Riau Tahun 2026, dikatakan SF Hariyanto senilai Rp1,632 Triliun atau 40,86 persen dari target APBD 2026 (Rp3,884 Triliun). Jumlah tersebut naik Rp102 Miliar atau 6,7 persen dibanding periode yang sama pada 2025.

Untuk kontributor utama Pajak Daerah, dikatakan SF Hariyanto, berasal dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dengan Rp722,48 Miliar dari target 2026 Rp1,454,24 Miliar atau mencapai atau 49,68 persen.

Kemudian, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dnegan realisasi Rp428,83 Miliar dari target 2026 Rp1,052,09 Miliar atau mencapai 40,77 persen.

"Selain itu, pada Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dengan realisasi mencapai 32,45 persen atau Rp283,83 Miliar dari target 2026 Rp874,96 Miliar. Dan Pajak Rokok mencapai 31,05 persen dengan realisasi Rp170,72 Miliar dari target 2026 Rp549,80 Miliar," ungkapnya.

Terakhir, pada Pajak Air Permukaan dengan capaian sebesar 42,62 persen atau Rp22,86 Miliar dari target 2026 Rp53,63 Miliar.

Tags

Terkini

Terpopuler