SIAK (RA) - Tumpukan sampah yang membusuk di sejumlah titik pusat Kota Siak dikeluhkan warga dan wisatawan.
Selain mengeluarkan bau menyengat, kondisi tersebut juga dipenuhi lalat hijau dan belatung sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama saat akhir pekan dan libur panjang.
Pantauan di lapangan, Sabtu (6/6/2026), tumpukan sampah terlihat menggunung di beberapa lokasi strategis, mulai dari Jalan Sutomo, Jalan Raja Kecik hingga kawasan Lapangan Siak Bermadah dan sekitar Istana Asserayah Hasyimiyah.
Bau busuk yang menyebar membuat sejumlah warga maupun pengunjung terpaksa menutup hidung saat melintas.
Salah seorang warga Siak, Hendri, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Menurutnya, sampah sudah meluap dari tempat penampungan dan belum segera diangkut oleh petugas.
"Entah ke mana orang DLH ini. Sampah sudah membludak keluar dari penampungan. Lewat pun terpaksa tutup hidung, kadang mau buang sampah jadi mual dibuatnya," keluh Hendri kepada RiauAktual.com.
Ia menilai kondisi itu tidak seharusnya terjadi mengingat masyarakat rutin membayar retribusi kebersihan setiap bulan.
"Setiap bulan kami bayar retribusi sampah. Harusnya pelayanan juga maksimal. Ini kan pusat kota dan banyak wisatawan datang ke Siak," katanya.
Hendri juga mempertanyakan peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Siak dalam mengatasi persoalan tersebut.
"Harusnya Kadis DLH turun melihat kondisi di lapangan, apalagi saat hari libur. Jangan sampai wajah Kota Siak tercoreng karena persoalan sampah," tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan Amir, wisatawan asal Pekanbaru yang sedang berkunjung bersama keluarganya ke kawasan Lapangan Siak Bermadah.
Menurutnya, aroma sampah yang menyengat cukup mengganggu kenyamanan saat berwisata.
"Pas santai bersama keluarga tadi agak mual. Bau sekali. Terpaksa pindah cari tempat yang lebih nyaman. Kenapa sampahnya tidak segera diangkut?" ujarnya.
Berdasarkan pantauan, mobil pengangkut sampah baru terlihat melakukan pengangkutan sekitar pukul 16.30 WIB.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, Amin Soimin, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kondisi tersebut.
Pesan yang dikirim sejak pukul 14.47 WIB belum mendapat balasan hingga berita ini diterbitkan.