Lewat PROKLIM, Pertamina EP Lirik Dorong Bank Sampah di Inhu Jadi Cuan

Rabu, 03 Juni 2026 | 20:50:46 WIB
Lewat PROKLIM, Pertamina EP Lirik dorong bank sampah di Inhu jadi cuan.

INHU (RA) - PT Pertamina EP (PEP) Lirik terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Kampung Iklim (PROKLIM) Desa Lambangsari V, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Salah satu langkah nyata yang dilakukan perusahaan adalah menggelar kegiatan benchmarking pengelolaan sampah ke Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok di Pekanbaru.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 Mei 2026 tersebut menjadi bagian dari persiapan pembentukan Bank Sampah Desa Lambangsari V yang direncanakan mulai berjalan pada tahun ini.

Benchmarking diikuti Kepala Desa Lambangsari V bersama 13 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati yang merupakan penerima manfaat Program Pengembangan Masyarakat (PPM) PROKLIM Desa Lambangsari V.

Program ini lahir dari kepedulian terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Indragiri Hulu.

Sebelumnya, isu pengelolaan sampah juga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam diskusi bersama Pemerintah Kabupaten Inhu terkait pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.

Selama ini, anggota KWT Melati telah aktif mengelola sampah organik melalui pemanfaatan biopori dan komposter. Namun, pengelolaan sampah anorganik seperti plastik masih membutuhkan penguatan kapasitas dan praktik yang lebih mendalam.

Karena itu, Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Manager Community Involvement and Development Regional 1 PT Pertamina EP, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan kegiatan benchmarking ini merupakan bagian penting dalam membangun kesiapan masyarakat untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya memahami bagaimana mengelola sampah, tetapi juga melihat bahwa sampah dapat menjadi sumber manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik," ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Menurut Iwan, Program PROKLIM Desa Lambangsari V diharapkan mampu berkembang menjadi gerakan lingkungan berbasis masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan konsep ekonomi sirkular menjadi pendekatan utama dalam program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.

Melalui konsep tersebut, persoalan lingkungan dapat ditekan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

"Kami berharap ke depan masyarakat dapat mengembangkan bank sampah yang tidak hanya fokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga mampu menciptakan produk bernilai tambah, membangun jejaring pengelolaan sampah, serta mendukung terciptanya praktik zero waste di lingkungan masyarakat," katanya.

Dalam kegiatan benchmarking tersebut, peserta memperoleh berbagai materi mengenai tata kelola bank sampah, mulai dari proses pemilahan, pengumpulan, pencatatan hingga pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Materi disampaikan oleh pengelola Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok, Rinwiningsih. Selain itu, peserta juga mengikuti praktik pembuatan ecoprint bersama Nurul dan Sugeng dengan memanfaatkan bahan organik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.

Peserta turut diajak melihat langsung aktivitas pengelolaan sampah di kawasan Agrowisata Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok.

Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi lebih luas melalui kehadiran sejumlah pihak yang berpotensi menjadi mitra dalam pengembangan pengelolaan sampah masyarakat ke depan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis mengenai bank sampah, tetapi juga memahami konsep circular economy atau ekonomi sirkular yang menghubungkan berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan hingga usaha masyarakat dalam satu ekosistem yang mendukung prinsip zero waste.

Kegiatan benchmarking ini menjadi tahapan awal yang penting dalam rencana pembentukan Bank Sampah Desa Lambangsari V melalui Program Pengembangan Masyarakat PT Pertamina EP Lirik.

Diharapkan melalui penguatan kapasitas masyarakat dan penerapan ekonomi sirkular, program tersebut mampu menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sebagai informasi, Program Kampung Iklim (PROKLIM) merupakan program nasional yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Melalui PROKLIM Desa Lambangsari V, PT Pertamina EP Lirik turut mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan, pengurangan emisi, pengelolaan sampah, serta peningkatan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hulu.

Terkini

Terpopuler