Pencopotan Kepala BGN Dinilai Jadi Bukti Trust Presiden yang Diingkari

Rabu, 03 Juni 2026 | 18:20:00 WIB
Pengamat Hukum Administrasi Negara, Zulwisman.

PEKANBARU (RA) - Pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai sebagai konsekuensi logis dari hilangnya kepercayaan atau trust yang diberikan Presiden.

Peristiwa ini sekaligus jadi pengingat pentingnya profesionalitas, integritas dalam menjalankan wewenang yang diperoleh secara delegasi.

Pengamat Hukum Administrasi Negara Zulwisman menyoroti bahwa pembahasan trust menjadi penting dalam hubungan atasan dan bawahan di pemerintahan. Menurutnya, trust atasan oleh bawahan saat ini semakin tergerus di balik menipisnya public trust.

“Dalam konteks kenegaraan, Presiden tidak boleh terlalu sering menjadi eksekutorial apalagi itu urusan receh dan remeh-remeh yang memang menjadi tanggung jawab dan tanggung gugat pejabat sebagai penerima delegasi,” ujarnya.

Ia menilai pencopotan Kepala BGN tidak bisa hanya dilihat sebagai rotasi jabatan politik berbasis waktu. Keputusan itu murni lahir dari hasil evaluasi dan monitoring atas kepercayaan yang sudah diberikan Presiden.

“Dalam kejadian ini, pencopotan tidak dapat hanya dipandang peralihan jabatan politik berbasis waktu, tetapi pencopotan terjadi murni berangkat dari evaluasi dan monitoring atas kepercayaan yang sudah diberikan,” katanya.

Zulwisman menegaskan, fakta lapangan yang ditemukan Presiden dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh BGN menunjukkan adanya ketidakmampuan serta kebohongan dari kepala BGN. Kondisi ini membuat trust Presiden yang diingkari.

Karena itu, Wakil Sekretaris APHTN-HAN Riau ini mengingatkan para chief eksekutif di pusat maupun daerah agar lebih selektif menempatkan orang. Asas profesionalitas harus jadi poin utama agar program pemerintahan berjalan dan problem kenegaraan bisa diatasi.

“Presiden semakin harus memahami asas profesionalitas sebagai salah satu point penting dalam pelaksanaan program yang ada,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan gejala serupa acap kali terjadi di pemerintahan daerah. Chief eksekutif yang terlalu sibuk mengurusi hal teknis level paling bawah justru menandakan adanya loophole dalam sistem.

“Semoga saja pergantian kepala BGN berdampak pada trust kuat terutama antara atasan dan bawahan yang menjadi akar dalam pembenahan Public Trust,” pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler