SIAK (RA) - Niat hati ingin cepat kaya karena dijanjikan batu merah delima bertuah senilai Rp2,7 miliar, seorang ASN di Kabupaten Siak malah buntung puluhan juta rupiah usai jadi korban penipuan.
Korban berinisial Z alias Atan (54), warga Kecamatan Mempura, awalnya percaya dirinya adalah orang yang "berjodoh" dengan batu merah delima sakti yang konon bisa mengubah nasib jadi kaya raya.
Bukannya berubah jadi sultan, korban justru kehilangan mobil, uang Rp50 juta, handphone hingga barang berharga lainnya.
Kasus nyeleneh ini akhirnya diungkap Satreskrim Polres Siak setelah menangkap empat pria yang diduga menjadi komplotan penipu batu bertuah.
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmos Parmulais mengatakan para pelaku punya skenario lengkap untuk meyakinkan korban.
"Korban diyakinkan kalau batu merah delima itu bernilai miliaran rupiah dan ada bos dari Singapura yang siap membeli," ujar Raja, Jumat (29/5/2026).
Agar makin dramatis, batu merah delima tersebut bahkan dipamerkan di dalam air hingga memancarkan cahaya merah.
Korban yang sudah termakan cerita kemudian diajak menjemput uang pembayaran miliaran rupiah.
Di tengah perjalanan, korban diminta membawa mobil lain lengkap dengan BPKB asli.
Tak cukup sampai di situ, korban bahkan rela menjual mobil Toyota Innova miliknya di showroom Pekanbaru seharga Rp50 juta.
Uang hasil penjualan mobil itu lalu dibawa korban mengikuti arahan para pelaku.
Puncak aksinya terjadi saat korban diajak singgah salat di sebuah masjid. Sebelum masuk, korban diminta meninggalkan tas berisi uang Rp50 juta, dompet dan handphone di mobil pelaku dengan alasan "tidak boleh membawa barang".
Usai salat, korban keluar dan mendapati mobil para pelaku sudah raib bak ditelan bumi.
Barulah korban sadar, yang bertuah bukan batu merah delima, melainkan tipu daya para pelaku.
Polisi kemudian bergerak cepat dan menangkap empat pelaku masing-masing berinisial UN, IS, DR alias D dan YFP alias Y di sebuah rumah di Pekanbaru.
Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku sudah beberapa kali menjalankan modus serupa terhadap korban lain.
"Polisi mengimbau masyarakat agar jangan mudah percaya dengan modus benda bertuah atau janji cepat kaya," tutup Raja.