Lurah Maharatu dan Pasukan Kuning Diterjunkan Jinakkan Drainase Sumbat

Senin, 25 Mei 2026 | 00:28:54 WIB
Lurah Maharatu dan Pasukan Kuning Diterjunkan Jinakkan Drainase Sumbat

PEKANBARU, (RA) - Hari Minggu yang biasanya menjadi momen santai, justru dimanfaatkan Lurah Maharatu, Joko Arif Santoso, untuk berjibaku di lapangan. 

Menindaklanjuti instruksi tegas Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Joko turun langsung menyisir sejumlah drainase kritis yang selama ini menjadi biang kerok banjir dan genangan air di wilayah Kecamatan Marpoyan Damai, Minggu (24/5/2026).

Langkah taktis ini diambil demi merespons cepat jeritan masyarakat yang kerap dihantui banjir tiap kali hujan deras mengguyur. Tanpa canggung, Joko menyusuri gang demi gang untuk memetakan titik-titik penyumbatan parah, salah satunya di kawasan padat penduduk di Jalan Kartama, Gang Santiana.

Eksekusi Cepat Pasukan Kuning

Di lokasi tersebut, sang lurah mendapati pemandangan memprihatinkan, saluran air yang mati total akibat sedimentasi lumpur dan tumpukan sampah yang menggunung. Tak pakai lama, Joko langsung mengerahkan "Pasukan Kuning" dari dinas terkait untuk melakukan pembersihan di area tersebut.

"Mengenakan perlengkapan lengkap, para petugas sigap menguras material penghambat dan mengangkut berton-ton sampah yang menyumbat aliran. Hanya dalam hitungan jam, kerja keras mereka membuahkan hasil nyata, air yang semula tenang menghitam kini kembali mengalir deras tanpa hambatan," ujar Joko.

Komitmen Menjalankan Instruksi Walikota

Joko menegaskan bahwa aksi gerak cepat (gercep) ini merupakan bukti kepatuhan terhadap instruksi langsung Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Wali Kota menginginkan seluruh lurah tidak hanya duduk di balik meja, melainkan harus peka dan menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan problem lingkungan.

"Ini merupakan perintah langsung Bapak Walikota Pekanbaru, Bapak Agung Nugroho. Lurah harus menjadi ujung tombak dalam persoalan lingkungan, mulai dari sampah, drainase tersumbat, hingga penanganan banjir," tegas Joko di sela-sela peninjauan.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Meski pemerintah bergerak taktis, Joko menyadari bahwa perang melawan banjir tidak bisa dimenangkan sendirian tanpa adanya kemitraan yang kuat dengan warga. 

"Budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa harus terus dihidupkan demi menjaga kebersihan lingkungan bersama," jelas Joko.

Sebelum aksi hari ini, pihak Kelurahan Maharatu ternyata sudah lebih dulu menggalang aksi gotong royong massal (goro) bersama warga setempat. Sinergi antara pemerintah yang responsif dan masyarakat yang peduli terbukti menjadi formula ampuh dalam membenahi fasilitas publik.

Antisipasi Menghadapi Cuaca Ekstrem

Ke depan, Joko memastikan bahwa aksi bersih-bersih dan pemantauan drainase ini bukanlah proyek musiman, melainkan agenda berkelanjutan. 

"Kami akan terus melakukan mitigasi dini secara berkala untuk memastikan wilayah Maharatu bebas dari ancaman banjir, terutama saat intensitas hujan memasuki fase ekstrem," tegas Joko.

Sebagai penutup, ia menyelipkan imbauan menyentuh hati agar warga meningkatkan kesadaran dengan tidak membuang sampah sembarangan ke parit. Bagaimanapun, drainase yang bersih adalah cerminan budaya masyarakat yang sehat dan bebas dari ancaman bencana.

Terkini

Terpopuler