Imbas Krisis Energi Akibat Perang, Pemerintah akan Lanjutkan WFH

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:43:13 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat menyampaikan keterangan Pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (foto: CNBC Indonesia)

JAKARTA (RA) - Dinamika krisis energi akibat eskalasi perang, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan melanjutkan kebijakan Work From Home (WFH) usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (21/5/2026).

Dalam rapat terbatas itu hadir Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, hingga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roslani.

"Kemudian juga tadi dibahas berbagai kebijakan yang diambil termasuk kebijakan paket terkait dengan ekonomi ke depan dalam situasi seperti sekarang di mana perang belum berakhir, maka juga akan dilanjutkan Work From Home untuk dua bulan ke depan," kata Airlangga.

Meski begitu, Airlangga tidak membeberkan kapan ketentuan ini bakal diberlakukan.

Sebelumnya kebijakan WFH satu hari dalam seminggu kepada Aparatur Sipil Negara. Kebijakan ini mulai 1 April 2026 lalu, yang diberlakukan selama dua bulan.

Tidak hanya untuk ASN, Kementerian Ketenagakerjaan juga memberikan imbauan bagi sektor swasta dan BUMN/BUMD untuk menerapkan kebijakan serupa. Meski bukan mandatori.

Lebih lanjut, Airlangga juga akan mengeluarkan paket insentif untuk mendorong perekonomian di kuartal-II.

"Selain itu, beberapa insentif yang sedang disiapkan oleh pemerintah untuk mendorong agar ekonomi di kuartal kedua bisa bergerak," ujar Airlangga.

Terkini

Terpopuler