INHU (RA) - Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hulu (Inhu), Hendrizal memimpin rapat koordinasi penanganan dampak populasi lalat yang diduga bersumber dari aktivitas peternakan ayam di Kecamatan Sungai Lala, Kamis (21/5/2026).
Rapat yang digelar di ruang kerja Wakil Bupati itu merupakan tindak lanjut usai Wabup bersama rombongan turun langsung meninjau lokasi sehari sebelumnya untuk merespons keluhan masyarakat.
Rakor dihadiri perangkat daerah terkait, unsur pimpinan kecamatan, pihak pengelola peternakan ayam, hingga perwakilan perusahaan PT Indojaya Agrinusa.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai persoalan terkait gangguan lalat yang dikeluhkan warga, mulai dari faktor penyebab, dampak terhadap lingkungan dan masyarakat, hingga langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.
Wabup Hendrizal menegaskan keberadaan usaha peternakan harus mampu bersinergi dengan lingkungan sekitar dan tidak merugikan masyarakat.
"Saya minta administrasi harus lengkap dan tertib sesuai aturan yang ada, mulai dari perizinan usaha hingga standar pengelolaan limbah. Hal ini wajib dipenuhi agar permasalahan serupa tidak terulang kembali," tegas Hendrizal.
Ia mengatakan usaha peternakan memang memiliki nilai ekonomi bagi daerah, namun aspek kenyamanan, kesehatan dan keamanan lingkungan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama.
Dalam rapat tersebut, pihak peternakan diwajibkan segera melakukan langkah teknis untuk menekan populasi lalat dan memperbaiki sistem pengelolaan limbah agar lebih ramah lingkungan.
Selain itu, instansi teknis terkait diminta melakukan pengawasan berkala serta memberikan pendampingan agar operasional peternakan berjalan sesuai ketentuan.
Wabup juga meminta camat dan kepala desa ikut mendata seluruh peternakan ayam yang ada di wilayah masing-masing agar memiliki administrasi yang jelas dan memudahkan proses pengawasan.
"Saya minta camat beserta kepala desa turut andil dalam mendata serta mendaftarkan peternak ayam yang ada di wilayah masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, pemilik peternakan ayam bernama Sinaga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan lalat yang ditimbulkan.
Ia mengaku telah melakukan sejumlah upaya penanganan seperti membagikan lem lalat kepada warga sekitar dan melakukan fogging di lingkungan terdampak.
Rapat koordinasi berlangsung dengan diskusi konstruktif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan langkah penanganan yang akan segera diterapkan di lapangan.