RIAU (RA) - Polda Riau kembali menggelar Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 yang akan berlangsung pada 19 Juli 2026 mendatang. Tahun ini, event lari terbesar di Riau itu tak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga dijadikan kampanye besar melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mengusung tema "Riau Lawan Karhutla", Riau Bhayangkara Run 2026 hadir sebagai media edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya ancaman karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026, Kombes Pol Daniel Widya Mucharam mengatakan, tema tersebut dipilih sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga alam dan mencegah terjadinya karhutla di Provinsi Riau.
"Riau Bhayangkara Run bukan sekadar event olahraga, tetapi juga menjadi media edukasi dan kampanye kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya mencegah karhutla," kata Daniel, Kamis (14/5/2026).
Menurut Daniel, berdasarkan prakiraan BMKG, periode Juni hingga Agustus 2026 diprediksi mulai dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan suhu udara dan memicu cuaca lebih panas di wilayah Riau.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius panitia mengingat event akan digelar di tengah musim kemarau.
Karena itu, peserta diimbau mulai mempersiapkan kondisi fisik sejak dini dengan rutin berolahraga dan menjaga kesehatan.
"Kami mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kesehatan, rutin berlatih, memperhatikan asupan cairan tubuh, dan menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca," ujarnya.
Selain kampanye lingkungan, panitia juga memastikan seluruh aspek teknis dan keselamatan peserta menjadi prioritas utama selama pelaksanaan event.
Riau Bhayangkara Run 2026 diperkirakan kembali diikuti ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi salah satu event lari terbesar di Sumatera.