Indonesia Bisa Jadi Pemimpin Standar Keberlanjutan Sawit Dunia Lewat ISPO

Selasa, 21 April 2026 | 17:10:44 WIB
Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Ditjenbun Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri.

PALEMBANG (RA) - Pemerintah menegaskan ambisinya untuk tidak sekadar menjadi produsen utama minyak sawit, tetapi juga memimpin arah standar keberlanjutan global melalui penguatan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). 

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Ditjenbun Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, mengatakan implementasi ISPO di sektor swasta terus menunjukkan perkembangan positif. 

"Implementasi ISPO di sektor swasta telah mencapai lebih dari 70 persen. Ini menunjukkan komitmen kuat pelaku usaha dalam mendukung keberlanjutan industri sawit nasional," ujar Kuntoro dalam keterangan resminya. 

ISPO sendiri merupakan standar keberlanjutan yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk memperbaiki tata kelola industri sawit agar lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, serta mampu bersaing di pasar global. 

Meski demikian, Kuntoro mengakui masih ada tantangan besar, terutama dalam menjangkau pekebun swadaya yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem sertifikasi. 

"Penguatan pada pekebun swadaya menjadi prioritas bersama, agar seluruh pelaku dalam rantai pasok dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari penerapan ISPO," jelasnya. 

Ke depan, pemerintah menargetkan ISPO tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing bahkan menjadi acuan di tingkat global. 

"ISPO diharapkan tidak hanya diterima, tetapi juga mampu memenuhi standar global. Bahkan, ISPO diharapkan dapat menjadi rujukan utama," tegasnya. 

Dengan posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, peluang untuk memimpin arah kebijakan global dinilai terbuka lebar. 

"Sebagai produsen utama global, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam menetapkan arah standar keberlanjutan sawit dunia," tambahnya. 

Dari sisi industri, dukungan juga menguat. Perwakilan GAPKI, Ismu Zulfikar, menilai kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci agar ISPO memiliki daya saing internasional. 

Menurutnya, jika dijalankan secara konsisten, ISPO bisa menjadi "tiket utama" Indonesia dalam memperkuat posisi sebagai produsen minyak sawit berkelanjutan di pasar global.

Tags

Terkini

Terpopuler