Pencarian

Podcast Kelupas

Malam Batik dari Sawit Jadi Peluang Baru UMKM Riau

Rabu, 22 April 2026 • 07:53:00 WIB
Malam Batik dari Sawit Jadi Peluang Baru UMKM Riau
Workshop batik sawit di Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) - Inovasi produk turunan kelapa sawit kembali menunjukkan potensinya. Kali ini, bukan soal minyak goreng atau bahan bakar, melainkan malam batik berbahan dasar minyak sawit yang mulai dilirik sebagai peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di Riau. 

Hal ini mengemuka dalam Workshop dan Praktik Produksi Batik Kelapa Sawit yang digelar di Pekanbaru, Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi Elaeis Media Group (EMG) bersama Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) ini menjadi ajang edukasi sekaligus pembuka jalan hilirisasi sawit di sektor industri kreatif. 

Puluhan peserta dari berbagai daerah seperti Pekanbaru, Pelalawan, Bengkalis hingga Kepulauan Meranti tampak antusias mengikuti pelatihan. Mereka tidak hanya belajar membatik, tetapi juga memahami proses pembuatan malam batik berbahan baku turunan sawit, yakni stearin. 

CEO Elaeis Media Group, Abdul Aziz, mengatakan inovasi malam batik dari sawit ini menjadi kunci penting dalam mendorong UMKM naik kelas. 

"Batik itu pasarnya luas. Ketika kita hadirkan varian baru seperti batik sawit dengan malam berbahan minyak sawit, ini membuka peluang usaha baru yang sangat menjanjikan," ujar Aziz. 

Ia menjelaskan, penggunaan stearin sebagai bahan malam batik menjadi solusi alternatif pengganti parafin. Selain lebih ramah lingkungan, bahan ini juga melimpah di Riau yang merupakan salah satu produsen sawit terbesar di Indonesia. 

"Riau ini luar biasa. Produksi sawitnya mencapai jutaan ton setiap tahun. Artinya bahan baku malam batik sawit sangat mudah didapat," jelasnya. 

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menilai inovasi ini sejalan dengan upaya memperluas pemanfaatan sawit. 

"Kami ingin daerah penghasil sawit seperti Riau tidak hanya menghasilkan CPO, tapi juga melahirkan produk turunan bernilai tambah seperti malam batik sawit," katanya secara virtual. 

Menurut Helmi, pengembangan produk kreatif berbasis sawit dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. 

Senada, Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi, menyebut potensi turunan sawit masih sangat besar untuk digarap. Ia bahkan mendorong penggunaan batik sawit sebagai bentuk dukungan nyata. 

"Nanti kalau sudah produksi, kirim ke kami. Saya akan minta jajaran memakai batik sawit. Ini bentuk dukungan untuk produk lokal berbasis sawit," tegasnya. 

Saat ini, tercatat sudah ada ratusan produk turunan sawit yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pemanfaatan dalam industri kreatif seperti batik dinilai masih memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan. 

Melalui workshop ini, para peserta juga mendapat kesempatan berdiskusi langsung dengan praktisi batik berpengalaman, mulai dari teknik produksi hingga strategi pemasaran. 

Dengan hadirnya inovasi malam batik berbahan minyak sawit, Riau tak hanya dikenal sebagai penghasil bahan mentah, tetapi juga mulai bergerak menuju pusat produk kreatif berbasis sawit yang bernilai ekonomi tinggi.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks