Wisata Edukasi Gajah di Tesso Nilo, Upaya Jaga Populasi yang Kian Terancam

Jumat, 17 April 2026 | 23:47:46 WIB
Wisata Edukasi Gajah di Tesso Nilo.

PELALAWAN (RA) - Balai Taman Nasional Tesso Nilo menghadirkan wisata edukasi berbasis konservasi gajah Sumatera sebagai upaya menjaga kelestarian satwa dilindungi.

Program ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga populasi gajah yang terus terancam.

Di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, terdapat tujuh gajah jinak yang terdiri dari gajah dewasa hingga anakan. Satwa tersebut dirawat oleh 16 petugas, mulai dari mahout, polisi kehutanan hingga dokter hewan.

Selain menjadi daya tarik wisata, gajah jinak ini juga dimanfaatkan untuk membantu mitigasi konflik antara gajah liar dan manusia yang kerap terjadi akibat menyempitnya habitat.

Data Balai TNTN mencatat populasi gajah liar di kawasan itu kini hanya tersisa sekitar 150 ekor. Dalam tiga tahun terakhir sejak 2024, kasus kematian gajah masih ditemukan, dengan penyebab utama perburuan gading.

Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, mengatakan wisata edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Gajah jinak ini menjadi daya tarik bagi pengunjung, mulai dari melihat langsung hingga memberi makan. Dari situ kita harapkan tumbuh kesadaran untuk ikut menjaga dan melestarikan habitat gajah,” ujarnya.

Namun, upaya konservasi tersebut masih menghadapi tantangan besar. Dari total luas sekitar 81 ribu hektare, kawasan hutan kini tersisa kurang dari 20 ribu hektare.

Penyusutan ini terjadi akibat maraknya perambahan hutan yang dialihfungsikan menjadi kebun kelapa sawit ilegal.

Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya populasi satwa liar, termasuk gajah Sumatera yang semakin kehilangan habitatnya.

Saat ini, tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan terus melakukan pemulihan fungsi konservasi di kawasan tersebut guna mengembalikan habitat alami satwa sekaligus menekan konflik antara manusia dan gajah.

Tags

Terkini

Terpopuler