RSUD Arifin Achmad Tangani Kasus Langka, Pasien 14 Tahun Miliki 2 Rahim dan 1 Ginjal

Rabu, 15 April 2026 | 11:04:00 WIB
Penanganan kasus langka di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

PEKANBARU (RA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Arifin Achmad Provinsi Riau menemukan kasus langka yang dikenal dengan sindrom Herlyn - Werner - Wunderlich (HWW).

Kasus ini dialami oleh seorang pasien remaja berumur 14 tahun yang dinyatakan memiliki 2 rahim, 2 servik,  1 vagina dan 1 ginjal.

Di mana, salah satu rahimnya mengalami sumbatan sehingga darah haid tidak bisa keluar dan menumpuk hingga ke saluran tuba.

Hal ini menyebabkan pembesaran dan peregangan organ yang menyebabkan pasien merasakan rasa sakit dan nyeri di perut saat haid.

Kasus langka ini ditangani dokter spesialis Obgyn Konsultan Fertility, Endokrin dan Reproduksi dr Imelda E Baktiana.

Setelah dilakukan pemeriksaan penunjang seperti USG Abdomen, USG Transrektal dan MRI maka diputuskan untuk dilakukan Join Operasi bersama dokter spesialis Obgyn Konsultan Uroginekologi dan Rekonstruksi dr Dafnil Akhir Putra pada Senin (13/4/2026) pagi.

dr Dafnil bertugas membuka dinding sekat yang menyumbat rahim melalui liang vagina, lalu mengeluarkan darah haid yang menumpuk dan merekonstruksi kembali vaginanya agar kembali seperti semula.

Sementara dr Imelda melakukan Histeroskopi (tindakan minimal invasif menggunakan selang tipis berkamera dan lampu) untuk melihat kondisi rongga rahim dan melakukan Laparoskopi (prosedur bedah minimal invasif (minim sayatan) menggunakan alat laparoskop berupa tabung tipis berkamera dan berlampu untuk membersihkan darah darah haid yang telah menyebar keluar hingga ke rongga perut.

Pasca operasi pasien terpantau stabil dan jika tidak ada masalah direncanakan pulang sehari setelahnya untuk menjalani kontrol rutin ke poliklinik.

Terkait adanya 2 rahim, dr Imelda menyebutkan hal ini terjadi akibat kelainan atau kegagalan pembentukan organ reproduksi di awal kehamilan.

"Kasusnya langka karena kemungkinan terjadi di bawah 1 persen atau 1 banding 600 pasien yang mengalami gangguan kegagalan pembentukan organ reproduksi," katanya saat didampingi dr Dafnil.

Meskipun mekanisme kelainan fisiknya diketahui, dr Imelda mengatakan penyebab pasti mengapa gangguan perkembangan embrio ini terjadi belum sepenuhnya dipahami.

Kepada para ibu yang ingin hamil atau sedang hamil, dr Imelda berpesan sebisa mungkin makan dengan porsi dan gizi yang cukup agar kandungan tetap sehat serta rutinlah memeriksakan diri kedokter kandungan atau posyandu terdekat.

"Selain itu apabila memiliki anak perempuan yang beranjak pubertas (10 - 14 tahun) dan mengalami nyeri haid atau tidak haid sama sekali maka segera periksa di faskes terdekat," ungkapnya.

"Jangan ragu apabila dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau karena kami memiliki tenaga medis dan alat medis yang sangat mumpuni untuk menangani kasus seputar kandungan dan sistem reproduksi pada wanita," pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler