BENGKALIS (RA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Bengkalis semakin mengkhawatirkan. Hingga Senin (6/4/2026), sebaran kebakaran terus meluas dan telah menghanguskan ratusan hektare lahan gambut serta merambah ke sejumlah desa.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis, titik awal kebakaran berasal dari Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan. Dalam waktu singkat, api menyebar ke tujuh desa di dua kecamatan.
Di Kecamatan Bengkalis, kebakaran menjalar ke Desa Palkun, Sekodi, Kelemantan, dan Kelemantan Barat. Sementara di Kecamatan Bantan, api meluas ke Desa Teluk Lancar, Kembung Luar, dan Kembung Baru.
Kondisi paling parah saat ini terjadi di Desa Kembung Baru. Sekitar 70 hektare lahan dilaporkan terbakar dan api mulai mendekati permukiman warga, memicu kekhawatiran akan dampak yang lebih luas.
Upaya pemadaman melibatkan tim gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), BPBD, hingga Manggala Agni.
Petugas terus berjibaku di lapangan meski menghadapi medan sulit dan cuaca yang tidak bersahabat.
Kepala Biro Operasi Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, yang turun langsung meninjau lokasi di Jalan Akit Jaya, Desa Kembung Baru, menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif.
"Seluruh unsur hadir dengan konsep multihelix, baik dari Polri, TNI, maupun stakeholder lainnya untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras petugas di lapangan yang terus berupaya mengendalikan api.
Selain pemadaman, aparat menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Sepanjang 2025, Polda Riau telah mengungkap 70 tersangka kasus karhutla, sementara pada awal 2026 ini sudah 17 tersangka diamankan.
Langkah tegas juga disiapkan dalam upaya pemulihan lingkungan. Lahan yang terbakar tidak akan diperbolehkan ditanami kelapa sawit, melainkan akan direboisasi untuk mengembalikan fungsi ekologisnya.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengungkapkan bahwa dampak karhutla sudah sangat signifikan, dengan sekitar 100 hektare lahan gambut terbakar di Pulau Bengkalis.
"Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas. Saat ini tim masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab," tegasnya.
Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan juga telah meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Sekodi menggunakan helikopter sebagai bentuk keseriusan penanganan.
"Dengan kondisi kebakaran yang terus meluas dan mulai mendekati permukiman warga, sinergi lintas instansi diharapkan mampu segera mengendalikan api serta mencegah dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan di Pulau Bengkalis," imbuh Herry.