PEKANBARU (RA) – Cuaca di Provinsi Riau pada Minggu (5/4/2026) diprakirakan didominasi kondisi udara kabur hingga cerah berawan, dengan potensi hujan yang terjadi hampir sepanjang hari di sebagian besar wilayah.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan berdasarkan pengamatan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sudah terjadi sejak pagi hari di sejumlah daerah.
"Hujan terpantau terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Meranti, Bengkalis, Kuantan Singingi, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir hingga Kota Pekanbaru," ujarnya.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan diprakirakan masih berlanjut dan berpotensi terjadi hampir di sebagian besar wilayah Riau dengan intensitas ringan hingga sedang.
Pada malam hingga dini hari, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Rokan Hilir.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kondisi ini diprakirakan terjadi pada sore hingga malam dan dini hari di wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak dan Kuantan Singingi.
"Suhu udara di Riau berkisar antara 22 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 100 persen," kata Ranti.
Angin bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam. Sementara tinggi gelombang laut di perairan Riau diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah.
Di sisi lain, jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Riau masih cukup tinggi. Berdasarkan pantauan BMKG melalui citra satelit, terdeteksi sebanyak 182 hotspot di Riau dari total 244 titik panas di Pulau Sumatera.
Seluruh hotspot di Riau tersebut terpantau berada di Kabupaten Bengkalis. Kondisi ini menunjukkan wilayah pesisir masih menjadi daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat cuaca panas dan berangin.
Pemantauan hotspot terus dilakukan secara intensif menggunakan satelit guna mendeteksi potensi kebakaran sejak dini dan meminimalisir dampak yang lebih luas.