Usai Membacok Mahasiswi UIN Suska Riau, Pelaku Berniat Bunuh Diri

Senin, 02 Maret 2026 | 14:25:00 WIB
Tersangka RM dihadapan Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau AKBP Dr. Winarko, M.Psi., Psikolog dan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandara Arsyad.

PEKANBARU (RA) - Pria berinisial RM (21) pernah berniat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, usai melakukan aksi pembacokan terhadap Farradhilla Ayu Pramesti (23) di Kampus UIN Suska Riau, 26 Februari 2026.

Hal itu diungkapkan tersangka RM dihadapan Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau AKBP Dr. Winarko, M.Psi., Psikolog dan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandara Arsyad, di Ruang Satreskrim Polresta Pekanbaru saat melakukan pendampingan psikologis, Senin (2/3/2026).

"Untuk saat ini saya masih kepikiran untuk bunuh diri," ungkap tersangka R.

Tersangka R pun menyesali perbuatannya dan hal ingin mengakhiri hidupnya terpikirkan usai melakukan tindakan pembacokan tersebut.

"Berawal dari chat (obrolan melalui suatu aplikasi pesan, red) antara saya dengan dia (Farradhilla, red). Dimana dia bilang untuk tidak usah bergantung lagi pada dia. Itulah awal mulanya," kata tersangka R.

Diceritakan tersangka R, awal kedekatanya bermula saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, pada 2025 lalu.

"Saat itu saya melihat dia sangat dekat dengan anak-anak kecil. Dari situlah mulai tumbuh kedekatan tersebut. Dimana saya merasa nyaman berada di dekat dia," ungkap tersangka R.

Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, pendampingan psikologis yang dilakukan Polda Riau terhadap tersangka RM, untuk mengungkap aspek psikoanalisis, perilaku keseharian (habitual action), hingga kondisi emosional dan spiritual tersangka.

"Pendekatan ini dilakukan untuk mengetahui motivasi, sebab akibat, hingga kondisi mental tersangka secara komprehensif," ujarnya.

Dari hasil pendalaman, Pandra mengatakan, tersangka RM diketahui memiliki kepribadian introvert dan tertutup. R disebut merasa mendapat perhatian dan semangat dari korban yang dikenal ceria dan mudah bergaul.

"Namun, rasa simpati tersebut berkembang menjadi keinginan memiliki, yang kemudian memicu kekecewaan saat tidak mendapat respons seperti yang diharapkan," kata Pandra.

Menurut Pandra, tersangka sempat memiliki niat mengakhiri hidupnya setelah kejadian.

"Namun, berhasil diamankan aparat dari amukan massa dan kini menjalani proses hukum," ungkap Pandra.

Tags

Terkini

Terpopuler